Beranda Warganet 312.174 warga Sulawesi Tenggara divaksinasi COVID-19

312.174 warga Sulawesi Tenggara divaksinasi COVID-19

Kendari (ANTARA) – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulawesi Tenggara mencatat 312.174 penduduk provinsi itu telah divaksinasi COVID-19 untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Juru bicara Gugus Tugas COVID-19 Sulawesi Tenggara La Ode Rabiul Aval di Kendari mengatakan pada hari Senin bahwa vaksinasi di daerah tersebut saat ini ditargetkan pada petugas kesehatan, pejabat pemerintah, orang tua, masyarakat rentan dan umum, dan remaja.

“Untuk semua target saat ini, vaksinasi telah mencapai 312.174 orang, dibandingkan dengan target 2.035.781 orang,” katanya.

Vaksin COVID-19 dosis pertama untuk tenaga kesehatan diterima sebanyak 23.204 orang atau 113,54 persen dari total 20.436 orang. Sementara dosis kedua diterima 21.419 orang atau 104,81 persen dari yang direncanakan.

Selain itu, PNS mendapat dosis pertama sebanyak 196.667 orang atau 79,62 persen dari total 247.006 orang. Kemudian dosis kedua mencapai 77.218 orang atau 31,26 persen dari yang direncanakan.

Sedangkan pada kelompok lansia, dosis pertama diberikan kepada 15.265 orang atau 8,01 persen dari total 190.498 orang. Kemudian dosis kedua mencapai 5763 orang atau 3,03 persen dari yang direncanakan.

Selanjutnya, masyarakat rentan dan masyarakat umum sebanyak 76.969 orang atau 6,01 persen dari target 1.281.431. Kemudian dosis kedua mencapai 5.090 atau 0,40 persen dari jumlah yang direncanakan.

“Untuk remaja, yang tercover hanya 69 orang atau 0,02 persen dari 296.410 target. Sedangkan dosis kedua tidak diberikan,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Dr Vejoncq ini meminta semua pihak untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan 5M, seperti menggunakan masker, menjaga jarak, rajin mencuci tangan, menghindari keramaian, dan membatasi mobilitas meski sudah divaksin.

Selain itu, ia menghimbau kepada masyarakat agar bersiap membuat vaksinasi yang aman dan halal yang terbukti secara ilmiah dapat memperkuat kekebalan tubuh.

“Protokol Kesehatan 5M ini penting untuk memutus mata rantai penularan dan mengurangi jumlah kasus COVID-19, apalagi vaksinasi belum menjangkau seluruh masyarakat di wilayah kita,” tambah Vajonk.

Pokja COVID-19 setempat juga mencatat data pasien yang dinyatakan positif COVID-19 per 12 Juli 2021: 12.839 orang, 10.595 dinyatakan sembuh, dan 263 orang meninggal.

Artikel sebelumyaPolisi Tangkap Pencuri Boneka Pokong Untuk Promosi Kesehatan di Madiune
Artikel berikutnyaTim gabungan akan memblokir jalan di Timik