Beranda Warganet Akses terhadap air bersih dan sanitasi menjadi prioritas dalam memerangi stunting.

Akses terhadap air bersih dan sanitasi menjadi prioritas dalam memerangi stunting.

Jakarta (ANTARA) – Hasto Vardoyo, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), mengatakan selain upaya gizi, perluasan akses air bersih dan sanitasi yang memadai juga menjadi prioritas dalam upaya mengatasi masalah tersebut. keterbelakangan pertumbuhan, gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis pada anak.

“Ketersediaan air bersih dan sanitasi yang memadai sangat berperan dalam pengelolaan keterbelakangan pertumbuhan… Air minum, sanitasi yang memadai, dan intervensi perubahan perilaku berkontribusi pada pencegahan keterbelakangan pertumbuhan“, katanya, seperti dikutip dalam siaran pers dari BKKBN yang diterima di Jakarta, Rabu.

“Jadi bukan hanya memberi makan bayi, tidak hanya memberikan nutrisi yang memenuhi standar untuk ibu hamil dan ibu menyusui, tetapi juga menyediakan air minum dan sanitasi yang memadai, peran besar,” tambahnya.

Oleh karena itu, menurut Khasto, pemerintah telah menjadikan perluasan akses air bersih dan sanitasi dasar sebagai bagian dari program prioritas nasional.

Menurut angka pemerintah, prevalensi keterbelakangan pertumbuhan Indonesia masih 27,6 persen dan pemerintah bertujuan untuk mengurangi jumlah kasus keterbelakangan pertumbuhan hingga 14 persen pada tahun 2024.

Hasto mengatakan, saat ini BKKBN sedang memproses hasil pendataan keluarga (PK21) 2021 yang meliputi pendataan faktor dekat dan jauh penyebab keterbelakangan pertumbuhan termasuk akses terhadap layanan sanitasi dan air bersih, serta ketersediaan bangunan tempat tinggal.

Program pencegahan keterbelakangan pertumbuhan melalui penyediaan sarana air bersih dan sanitasi yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Menteri NNPR Basuki Khadimuljono mengatakan, pemerintah berupaya meningkatkan akses layanan air bersih dan sanitasi melalui Program Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) dan Sistem Penyediaan Air Minum Perdesaan Karja (SPAM).

“Program Pamsimas mempromosikan pencegahan keterbelakangan pertumbuhan melalui intervensi halus atau dampak tidak langsung, yaitu melalui penyediaan air minum dan sanitasi yang memadai, serta melalui perubahan gaya hidup menjadi pola hidup bersih dan sehat,” ujarnya.

“Intervensi halus ini memiliki dampak 70 persen pada pencegahan.” keterbelakangan pertumbuhandia menambahkan.

Program Pamsimas meliputi penyediaan air minum yang aman melalui pengujian kualitas air, penyediaan fasilitas sanitasi untuk mencegah buang air besar sembarangan (BABS), dan kampanye gaya hidup bersih dan sehat.

Artikel sebelumyaVaksinasi diri anak sekolah harus dilakukan pada bulan September
Artikel berikutnyaPolisi Papua menerima 3.000 paket bantuan sembako dari presiden.