Beranda Warganet Almarhum Letnan Satu Iqbal, korban KKB Papua, dikenal takwa.

Almarhum Letnan Satu Iqbal, korban KKB Papua, dikenal takwa.

Sesibuk apapun dia, dia sering menyempatkan diri untuk menelepon keluarganya hampir setiap hari. Pada pagi hari sebelum kejadian malam itu, kami sudah memanggil almarhum

Kendari (ANTARA) – Almarhum Letnan Satu Korps Marinir (Lettu) Muhammad Iqbal, yang tewas dalam serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua pada Sabtu sore (26 Maret), terkenal dan saleh.

Alung Faisal, 21, sepupu korban yang pernah ditemui di rumah duka di Desa Anggotoa, Konave, Senin, mengungkapkan bahwa sosok mendiang selalu bermanfaat bagi keluarganya dalam kehidupan.

“Almarhum rajin sholat, sangat baik kepada keluarganya, dia berpenampilan biasa saja, tidak sombong,” ujarnya menahan kesedihannya.

Ia mengaku sangat berduka atas meninggalnya Lettu Senior Marinir (Lettu) Muhammad Iqbal, yang tewas dalam serangan yang dilakukan pimpinan Armed Crime Group (CMC) Aegianus Kogoi di Papua pada Sabtu (26 Maret) siang. dengan peluncur granat.

“Kami sangat merindukanmu, bahkan ibunya kemarin, ketika mendengar kabar sepupunya meninggal, langsung pingsan, ayah almarhum menahan air mata,” katanya.

Menurut Kaka, menantu almarhum yang bernama Kaharuddin itu disambut seusai pemakaman oleh salah satu rumah duka di Desa Angotoa, Kecamatan Wawotobi, Kabupaten Konave, Provinsi Sulawesi Tenggara, dan mengatakan bahwa menantunya sedang orang yang sangat baik. .

“Di mata keluarga almarhum, jujur ​​ini sangat-sangat istimewa. Selain itu, almarhum juga support dari keluarga, keluarga sangat menyayangi almarhum,” ujarnya.

Diakui bahwa almarhum semasa hidupnya terkesan dengan kenyataan bahwa dia sangat perhatian kepada keluarganya, tidak hanya kepada orang tuanya, tetapi juga kepada saudara-saudaranya, dan bahkan sepupu-sepupunya pun dianggap sangat baik dan perhatian. .

Kaharuddin juga mengatakan bahwa almarhum sering menelepon saat bertugas, hanya untuk menanyakan bagaimana perasaannya dan untuk mengklarifikasi apakah dia sudah makan atau belum.

“Meskipun dia sibuk, dia sering menyempatkan untuk menelepon keluarganya hampir setiap hari. Pagi sebelum kejadian malam itu, kami memanggil almarhum,” katanya.

Ia menjelaskan, almarhum merupakan anak keempat dari empat bersaudara dari Ibu Hartini yang berprofesi sebagai guru, dan Pak Maris yang berprofesi sebagai petani bahkan serabutan.

Kaharuddin, ipar mendiang Letnan Satu (Lettu), Marinir Muhammad Iqbal anumerta, yang tewas diserang kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua, Sabtu (26 Maret), sore, saat wawancara di rumah duka, Senin (28/3 2022) malam (ANTARA News) /Harianto) (ANTARA/Harianto)

Selain itu, ia juga menceritakan bahwa almarhum sudah bercita-cita menjadi prajurit TNI sejak kecil.

“Memang cita-cita almarhum sejak kecil ingin jadi tentara, masih SD, TK bahkan SMP, berapa banyak orang yang melewati penjual kokek-kokek (penjual mainan anak), itu yang datang dan selalu membeli hanya mainan tentara – seorang prajurit, ”katanya.

Jenazah Lettu (Lettu) Marinir anumerta Muhammad Iqbal yang tewas diserang oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua, dimakamkan pada Sabtu sore (26/3) di pemakaman umum keluarga sekitar 30 meter di belakang pemakaman. rumah.

Pemakaman dilakukan oleh TNI yang dipimpin oleh Panglima Lantamal (Danlantamal) V.I. Makassar, Laksamana Pertama Angkatan Bersenjata Indonesia Benny Sukandar.

Kedua almarhumah ibu Hartini dan Pak Maris turut hadir dalam pemakaman anak keempat mereka yang lahir pada 26 November 1994 itu.

Tak hanya itu, calon mendiang bernama Jacinta Firda Pertiwi juga menyaksikan orang yang dicintainya dimakan. Keluarga dan kerabat juga memenuhi lokasi pemakaman almarhum.

Artikel sebelumyaTNI dari Sultra, Korban KKB Papua, Rencana Nikah November
Artikel berikutnyaHujan es disertai angin puting beliung merusak puluhan rumah di Temanggung