Beranda News Anggota DPA RI meminta pemerintah menjelaskan Nusantara sebagai nama IKN

Anggota DPA RI meminta pemerintah menjelaskan Nusantara sebagai nama IKN

Palangka Raya (ANTARA) – Agustin Teras Narang selaku anggota DPD RI sekaligus anggota Pansus dan Panji serta Kelompok Perancang RUU Ibu Kota Negara meminta penjelasan lengkap kepada pemerintah pusat terkait alasannya. memilih Nusantara sebagai nama IKN.

Pemerintah seharusnya memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang latar belakang usulan nama IKN, kata Teras Narang dalam keterangan tertulis yang diterima di Palangka Raya, Senin.

“Nama IKN tentu membutuhkan justifikasi filosofis, historis, sosiologis dan visi Indonesia ke depan. Makanya harus dijelaskan dengan nama ini,” imbuhnya.

Gubernur Kalimantan Tengah periode 2005-2015. mengatakan bahwa setiap pembahasan RUU IKN yang dinamis harus menjadi pendidikan politik bagi masyarakat. Untuk itu, nama dampak yang sangat penting dan luas ini harus disampaikan dari sudut pandang Indonesia saat ini dan masa depan.

Teras mengatakan, dirinya sebagai perwakilan DPA RI juga perlu menyampaikan pembahasan tersebut kepada seluruh perwakilan daerah yang ada. Dengan begitu, seluruh anggota DPA RI akan dapat memahami usulan pemerintah ini.

“Dalam dinamika ini, menurut kami, pemerintah perlu segera menyiapkan penjelasan tertulis terkait pemilihan nama tersebut. Apalagi pemilihan nama ini sebelumnya tidak muncul baik dalam RUU maupun dalam naskah akademik,” kata Teras.

Pembahasan pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Kalimantan terus berlanjut. Pemerintah bersama DNR RI dan DPD RI juga membahas RUU tentang ICH. Bahkan dalam diskusi tersebut, pemerintah mengajukan usulan nama untuk wilayah tersebut, yang disebut Nusantara.

“Yang terpenting bagi saya adalah seberapa besar pemilihan nama IKN tersebut benar-benar mencerminkan aspirasi masyarakat Indonesia yang multikultural,” ujar Teras Narang.

Artikel sebelumyaDekan FISIP Universitas Riau Ditangkap
Artikel berikutnyaKomisi III DNR menilai tuntutan kematian Herri Virawan