Beranda News Anggota DPR minta evaluasi bantuan BLK ke pondok pesantren

Anggota DPR minta evaluasi bantuan BLK ke pondok pesantren

Jakarta (ANTARA). Anggota DPR RI Muhammad Nabil Haroen meminta pemerintah menilai bantuan Balai Latihan Kerja Masyarakat (BLK) pondok pesantren.

“BLK bisa tangguh, mereka harus diawasi, dibimbing dan dilatih untuk mengelola agar lebih mandiri,” kata Gus Nabil di Jakarta, Senin.

Gus Nabil mengatakan, berdasarkan laporan yang diterimanya, banyak layanan pendukung BLK yang terhenti dan tidak bekerja maksimal.

Pasalnya, pondok pesantren mendapat bantuan BLK berupa gedung, peralatan kerja dan beberapa pelatihan.

“Idealnya diberikan pelatihan personel dua atau tiga tahun, lalu mereka lulus. Jika hanya diberikan satu tahun studi, bisa jadi BLK belum memiliki kemampuan manajemen yang baik,” jelas Gus Nabil.

Anggota Komite IX DPR RI itu memuji bantuan pemerintah BLK kepada pondok pesantren. Tujuan diadakannya BLK adalah untuk menciptakan tenaga kerja yang handal dari mahasiswa dan masyarakat.

“Jika kita ingin melakukan pekerjaan dengan baik dan berhasil, kita perlu meningkatkan pemantauan dan evaluasi,” kata Gus Nabil.

Menurut politisi PDI-P itu, penyaluran bantuan BLK ke pesantren juga harus diukur oleh pemerintah tidak hanya dari asal pesantren, tetapi juga dari sosial budaya masyarakat.

“Namun, ada beberapa pesantren yang cukup bagus, meski banyak juga yang belum berhasil,” kata Gus Nabil.

Sebelumnya, Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauzia mengatakan bahwa salah satu langkah nyata yang dilakukan Kementerian Sumber Daya Manusia dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia Indonesia adalah dengan membentuk komunitas BLK yang tersebar di seluruh Indonesia.

Ida menjelaskan, program pembentukan BLK Komunitas ini merupakan terobosan dari Presiden Joko Widodo yang dicanangkan pada tahun 2017. Sampai 2020

Kementerian Tenaga Kerja telah mendirikan 2.127 BLK komunitas di seluruh Indonesia. Setelah menyesuaikan program dan anggaran pada 2021, Kementerian Tenaga Kerja menetapkan tugas memasang 787 BLK.

Artikel sebelumyaPembicara Walikota Makassar pada Dialog Pemimpin Kota ASEAN 2022
Artikel berikutnyaIsyana Saraswati mengaku tak bisa menolak kopi