Beranda News Anggota DPR Mufti Anam minta Kementerian Kesehatan memberantas narkoba to

Anggota DPR Mufti Anam minta Kementerian Kesehatan memberantas narkoba to

Ini adalah kegilaan. Di semua bidang obat langka, sulit ditemukan

Surabaya (ANTARA) – Anggota DPR RI Mufti Anam meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bertindak cepat dan tegas memberantas permainan harga obat di tengah pandemi COVID-19, termasuk dugaan tindakan mafia narkoba di balik kelangkaan dan lonjakan berbagai jenis narkoba…

“Ini adalah kegilaan. Di semua daerah, obat-obatan langka dan sulit ditemukan. Tidak ada pihak yang boleh bermain dengan narkoba. Ini harus dikendalikan,” kata Mufti Anam dalam keterangannya kepada media yang diterima di Surabaya, Senin. …

Katanya juga ada narkoba yang harganya paling tinggi 5 juta rupiah, dan harganya bisa melonjak hingga 65 juta bahkan ratusan juta, seperti Actemra

“Ini memalukan bagi masyarakat. Perintah Presiden Djokovi sudah jelas, tertibkan obat ini, indikator keberhasilan ada dua, ketersediaan dan harga,” kata Mufti.

Mufti itu mengakui, ada bukti harga obat-obatan melonjak tajam dan stoknya habis. Bahkan, Presiden Jokovi sendiri telah membuktikannya.

“Itu nyata. Hampir di semua daerah. Ini obat langka dan mahal. Ini fakta di lapangan. Menkes harus mengambil langkah taktis dan strategis, termasuk dari sisi aparat penegak hukum, jika ada. merupakan pelanggaran,” katanya.

Di sisi lain, terkait kelangkaan persediaan, karena menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadykin, ada “kelas menengah atas” sehat yang membeli obat-obatan untuk persediaan di rumah, untuk mengantisipasi stok habis, kata sang Mufti. bahwa ini adalah tanda bahwa ada dugaan permainan narkoba.

Padahal, untuk mendapatkan obat yang tergolong manjur, tentunya harus dengan resep dokter.

“Nah, bagaimana orang kelas menengah ke atas yang sehat bisa mendapatkan obat ini? Meski begitu, mereka sehat. Jika Anda membelinya, Anda harus memiliki resep dokter. Apa itu. Ini harus diselidiki secara menyeluruh, ”kata sang mufti.

Dikatakannya, kelangkaan narkoba tidak selalu soal usulan mereka, tapi ada juga permainan mafia narkoba.

Selama ini, pemerintah mendapat dukungan publik yang luar biasa, katanya, karena menunjukkan komitmennya untuk mengidentifikasi tersangka narkoba.

“Dukungan publik ini sangat penting untuk keberhasilan respons terhadap pandemi. Pengelolaan obat menjadi salah satu penentu kepercayaan masyarakat kepada pemerintah,” ujarnya.

Mufti juga mendukung pemerintah dalam jangka pendek untuk segera mengimpor obat-obatan yang dianggap kekurangan pasokan. Namun, ia mengingatkan agar pembagiannya harus adil dan bebas dari praktik kejar-kejaran sewa jangka pendek.

“Tidak boleh ada satu pihak pun yang mengaksesnya, lalu membeli dan menjual kembali dengan harga yang gila-gilaan,” tegas sang mufti.

Ia menegaskan, pandemi harus menjadi pendorong bagi perbaikan menyeluruh industri farmasi, baik dari sisi industri bahan baku farmasi, produksi obat, maupun dari sisi pemerataan.

“Ini adalah dorongan yang tepat. Pemerintah melalui Menteri Kesehatan bekerjasama dengan kementerian lain harus benar-benar membenahi hal ini,” ujarnya.

Mufti mengingatkan, karena masalah langka dan mahalnya obat terapeutik untuk pasien COVID-19, angka kematian pasien berpotensi terus meningkat, selain masalah ketersediaan oksigen dan throughput fasilitas medis.

Artikel sebelumyaTur kasau ke fasilitas manufaktur PT Dirgantara Indonesia.
Artikel berikutnyaIni adalah keputusan hakim untuk membenarkan mandor untuk perbaikan gedung Kejaksaan.