Beranda Hukum Anggota DPR prihatin dengan penahanan Nurhasana, tersangka Asuransi Bumiputera

Anggota DPR prihatin dengan penahanan Nurhasana, tersangka Asuransi Bumiputera

Jakarta (ANTARA) – Anggota Komisi III DPR RI Arteri Dahlan prihatin atas penahanan Nurhasana, tersangka kasus asuransi jiwa bersama Bumiputer (AJB) pada 1912.

“Saya sedih, kecewa dan khawatir harus dicarikan solusi atas masalah Bumiputer melalui kriminalisasi bahkan pemenjaraan terhadap Nurhasana,” kata Arteria dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.

Nurhasana – Mantan Ketua Badan Perwakilan Anggota (BPA) Bumiputera Bersama Asuransi Jiwa (AJB) 1912. Nurhasana secara resmi ditahan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) oleh penyidik ​​Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan ditempatkan di pembuangan Kejaksaan Kantor Umum (Kejagung)

“Padahal, penyelesaian Bumiputer dapat dilakukan secara lebih beradab, etis, dan humanis dengan bantuan dialektika nasional,” kata Arteria.

Arteri mengatakan, kejaksaan harus bisa meyakinkan masyarakat akan pentingnya penangkapan Nurhasana.

Arteri mengatakan ada tiga syarat subjektif penahanan, yaitu: kemampuan tersangka untuk melarikan diri, menghancurkan barang bukti, atau mengulangi kejahatan.

“Saya meminta Jaksa Agung untuk membuktikan bahwa Nurhasana bermaksud atau dapat melakukan salah satu dari tiga hal tersebut. Apalagi ancaman hukumannya sampai 5 tahun,” harap Arteri.

Bahkan menurut Arteria, kasus tersebut merupakan kontroversi tentang bagaimana menyelesaikan masalah Bumiputera. Arteria menegaskan, jika kejaksaan menangkap Nurhasana, kejaksaan juga harus menangkap Komisioner OJK yang menempuh kebijakan keliru yang membuat Bumiputer tidak bahagia.

“Jika kejaksaan tidak mampu membuktikannya, saya akan meminta kasus ini dipertimbangkan dan bahkan dikendalikan baik oleh BPK maupun Komisi III DPR RI,” kata Arteria.

Bahkan Arteri telah berjanji untuk membuat Kelompok Pemantau Independen. Arteri berdalih tidak akan ikut campur dalam penegakan hukum terkait kasus Bumiputer. Namun dia hanya menolak menahan Nurhasana.

“Tolong selidiki, selidiki dan minta Bu Nurhasanah untuk menanggung tanggung jawab hukum sebanyak mungkin, sekuat dan hormat mungkin, saya tidak akan ikut campur. Saya keberatan dia ditahan, mungkin dia ditahan karena perintah, – kata Arteri.

Arteri mengaku mendapat permintaan bantuan hukum dari keluarga Banteng Lavas Lampung yang merupakan bagian dari keluarga besar PDIP Lampung. Selain itu, beberapa petinggi partai juga memintanya untuk membantu Nurhasana.

“Saya bilang saya siap selama ada alasan untuk bertahan,” katanya.

Seperti diketahui, Nurhasana adalah pegawai senior PDI-P Lampung.

Pada Maret 2021, penyidik ​​jasa keuangan OJK menetapkan Ketua BPA AJB Bumiputer Nurhasanah sebagai tersangka dalam kasus dugaan ketidakpatuhan atau ketidakpatuhan terhadap Perintah Tertulis OJK.

Perintah tertulis OJK tersebut terkait dengan pelaksanaan ketentuan Pasal 38 Anggaran Dasar AJBB sesuai dengan Surat IKNB No. S-13/D.05/2020 tanggal 16 April 2020.

Surat dengan nomor IKNB S-13/D.05/2020 antara lain berisi permintaan OJK kepada AJBB untuk melaksanakan Pasal 38 Anggaran Dasar AJBB yang harus dilaksanakan oleh organ Rapat Umum Peserta. (RUA), Direksi dan Dewan Komisaris paling lambat tanggal 30 September 2020.

Artikel sebelumyaKabaharkam Polri memeriksa posko darurat PPKM di bundaran Varu
Artikel berikutnyaPanglima TNI berharap 3 juta warga Jakarta Timur divaksinasi COVID-19