Beranda News Anggota Parlemen: Ukuran keberhasilan seorang pemimpin adalah politisinya.

Anggota Parlemen: Ukuran keberhasilan seorang pemimpin adalah politisinya.

Ibu Mega tidak menyembunyikan prestasinya. PDI-P bisa sebesar sekarang ya berkat Bu Mega jadi tidak perlu klaster akademik yang mewah.

Jakarta (ANTARA) – Anggota Komisi V DPR RI Sukur Nababan menilai, ukuran keberhasilan seorang pemimpin adalah politiknya, bukan status sosial atau tingkat akademisnya.

Oleh karena itu, dia menilai tidak pantas mengkritik status pendidikan Megawati Soekarnoputri saat menjadi Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

“Pemimpin (yang terlihat) adalah kebijaksanaannya, prestasi Megawati jelas. PDI-P bisa sebesar sekarang ya, berkat Mega, jadi tidak perlu klaster akademik yang mewah,” kata Sukur. dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Sukur mengatakan hal itu karena pernyataan kolumnis hukum tata negara Refli Harun, yang mengatakan Megawati tidak menerima gelar sarjana, tetapi menjadi ketua Komite Pengarah BRIN.

Sukur bilang tidak ada Megawati keluar dari tingkat C-1. Namun, itu diciptakan oleh situasi politik.

Megawati saat ini banyak menyandang gelar lanjutan, seperti doktor dari berbagai universitas di Indonesia, bahkan Korea, China dan Rusia, katanya.

Suka tidak suka, Megawati adalah pemimpin yang baik, perempuan dengan kemampuan manajemen yang baik. Buktinya, PDI-P yang semula parpol kini menjadi mesin politik terkemuka karena memiliki ideologi yang jelas. mass base. dan mayoritas di Indonesia,” ujarnya.

Dia mengatakan PDI-P bisa memenangkan pemilihan legislatif dan presiden pada 2014 dan 2019 berkat prestasi dan kepemimpinan Megawati.

Saat menjadi Presiden RI ke-5, Sukur mengapresiasi Megawati yang berhasil mengelola anggaran yang nyaris bangkrut agar bisa sehat.

Selain itu, kata dia, beberapa struktur dengan peran strategis muncul pada masa pemerintahan Megawati, seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Bu Mega juga salah satu penggagas BRIN. Dia ingin semua manajemen birokrasi berbasis riset dan riset,” ujarnya.

Artikel sebelumyaDjokovi menyoroti komitmen Indonesia untuk mengatasi perubahan iklim di hadapan Komisi Eropa.
Artikel berikutnyaPakar IT UGM: Waspada Pencurian Identitas Peminjam Ilegal