Beranda Trending apresiasi pemerintah "Dulu, sekarang dan nanti" pergi ke Festival Film Berlin

apresiasi pemerintah "Dulu, sekarang dan nanti" pergi ke Festival Film Berlin

Pemerintah siap mendukung apapun. Berpartisipasi saja (di festival) sudah membawa nama, dan ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk bisa hadir di kancah internasional.

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengapresiasi terpilihnya film Indonesia berjudul Dulu, Kini dan Setelahnya untuk masuk dalam program kompetisi utama Berlin International Film Festival. . .

“Pemerintah siap mendukung apapun. Berpartisipasi saja (di festival) sudah membawa nama, dan ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk bisa hadir di kancah internasional. Sepertinya Indonesia bulan madu untuk festival internasional,” kata Ahmad Mahendra, Direktur Film, Musik, dan Media Baru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, saat menghadiri “Special Media Announcement” di Goodrich Suites Artotel Portfolio di Jakarta. Jumat.

Ia mengatakan, pemerintah berkomitmen untuk mendukung posisi perfilman Indonesia, khususnya di kompetisi internasional.

Before, Now and Then or Nana adalah film layar lebar keempat yang disutradarai oleh Camila Andini. Baru-baru ini, film panjang ketiganya, Uni (2021), bersaing di Festival Film Internasional Toronto dengan “Seperti Dendam, Rindu Harus Bayar” karya Edwin disutradarai oleh Edwin.

Selain Toronto, Uni juga tampil di Busan International Film Festival bersama tiga film Indonesia lainnya yakni Like Dendam, Rindu Harus Dibayar Penuh, Penalin Kahaya Regas Bhanuteji dan film pendek Laut Calls Me. Tumpal Tampubolon.

“Kita doakan kalau tahun ini menang kita kembali ke kelas, di sini. Karena inilah kompetisi utama yang selalu kami impikan. Jika kami menang, itu akan menjadi rekor bagi Indonesia,” kata Mahendra.

Festival Film Berlin adalah salah satu dari tiga festival film terbesar di Eropa, bersama dengan festival Cannes dan Venesia. Sebagai bagian dari festival, “Sebelum, sekarang dan nanti” akan bersaing untuk mendapatkan penghargaan “Beruang Emas” dan “Beruang Perak”. Festival, juga dikenal sebagai Berlinale, akan berlangsung secara langsung dari 10 hingga 20 Februari di Berlin, Jerman.

“Pemerintah ingin mengucapkan terima kasih kepada Ifa dan Camila, serta semua teman-teman ini. Ya, kami yakin ada Happy Salma, Laura Basuki, Ibnu Jamil dan kawan-kawan,” kata Mahendra.

Before, Now and Then adalah adaptasi dari sebuah bab dari Jais Dargah Namaku karya Ahda Imran. Sesuai dengan latarnya, film ini menggunakan bahasa Sudan sebagai bahasa dialog utama.

Film ini menceritakan kisah hidup seorang wanita yang hidup di tahun 1960-an bernama Raden Nana Sunani (diperankan oleh Happy Salma). Dalam film tersebut, Nana diceritakan lari dari geng yang ingin menjadikannya istri mereka dan membuatnya kehilangan ayah dan putranya.

Dia kemudian menjalani kehidupan baru dengan seorang anak laki-laki Sudan sampai dia berteman dengan salah satu gundik suaminya.

Artikel sebelumyaKetua DPRA Ingin Pj Gubernur Aceh Dekat dengan Presiden
Artikel berikutnyaBogorsky Satpolsky BCP menghancurkan 2.135 botol alkohol