Beranda Trending Arti dari topik "Sejarah sinema dan media baru" FFI 2021

Arti dari topik "Sejarah sinema dan media baru" FFI 2021

Jakarta (ANTARA) – Festival Film Indonesia (FFI) yang mengangkat tema “Sejarah Film dan Media Baru”, tahun ini kembali memberikan apresiasi kepada sineas Indonesia.

Dalam konferensi pers daring, Kamis di Jakarta, Ketua Panitia FFI Reza Rakhadyan menyampaikan bahwa sejarah perfilman Indonesia merupakan karya yang harus dikenang sebagai bahan refleksi bersama dan pelajaran berharga tidak hanya bagi pelaku film, namun bagi seluruh ekosistem sinematik. . .. di era media baru saat ini.

Reza Rakhadyan juga menambahkan bahwa pandemi COVID-19 saat ini merupakan momen kontemplasi yang menyadarkan masyarakat akan pentingnya makna dari cerita tersebut.

“Perubahan akan selalu ada, termasuk dalam industri perfilman, dan akan terus terjadi secara terus menerus dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, Festival Film Indonesia akan selalu mencari, memperbaiki, dan meningkatkan setiap aspeknya,” kata Reza Rakhadyan.

Sementara itu, Ketua Juri FFI, Garin Nugroho, mengatakan film adalah anak teknologi, sehingga perubahan teknologi merupakan bagian penting dari pertumbuhan film, yang dapat mengubah cara penonton dan industri kreatif bekerja sama.

“Di era media baru ini, kami juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dengan memilih film, aktor, dan aktris favorit mereka di situs resmi FFI,” kata Garin.

Garin menambahkan bahwa tema “Sejarah Film dan Media Baru” juga mendorong FFI untuk menjadi tuan rumah kategori yang dipilih dari media sosial sebagai bagian dari komunikasi di festival tahun ini.

“Kami telah membuka kategori ‘Film Favorit’ dan ‘Aktor Favorit’, yang dipilih melalui jejaring sosial. Ini salah satu usulan kami untuk menjadikan media baru sebagai bagian dari komunikasi di festival film tahun ini,” kata Garin.

FFI ke-41 tahun 2021 rencananya akan menggelar malam nominasi pada 10 Oktober 2021 dan malam klimaksnya pada 10 November 2021.

Tak heran jika FFI memilih 10 November yang bertepatan dengan Hari Pahlawan, puncak acara Piala Citra, untuk mendukung mendiang bapak perfilman Indonesia, Usmar Ismail, menjadi pahlawan nasional.

Tahun ini, FFI menjadi tuan rumah upacara penghargaan Piala Citra untuk tahun kedua di tengah pandemi COVID-19. Meski demikian, Kepala Bidang Acara, Inet Leimen, mengatakan FFI akan berupaya semaksimal mungkin, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Seluruh acara akan diatur sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan semua pembuat film, dengan tetap menjaga kesehatan dan kenyamanan semua orang,” kata Inet.

Artikel sebelumyaWapres menegaskan, penyederhanaan birokrasi harus transparan dan adil.
Artikel berikutnyaReza Rakhadyan menggantikan Lukman Sardi sebagai Ketua FFI 2021-2023