Beranda Nusantara Badai Tropis Malu diperkirakan akan meningkat intensitasnya dalam 24 jam ke depan.

Badai Tropis Malu diperkirakan akan meningkat intensitasnya dalam 24 jam ke depan.

Pengaruh tidak langsung terhadap cuaca di Indonesia

Jakarta (ANTARA) – BMKG melalui Tropical Cyclone Warning Center di Jakarta (TCWC), melacak bibit Tropical Cyclone 98W yang tumbuh di Tropical Cyclone Malu dengan intensitas yang diperkirakan meningkat selama 24 jam ke depan, yang dapat mempengaruhi cuaca di Indonesia.

“Benih siklon 98W telah tumbuh menjadi siklon Malu yang secara tidak langsung berdampak pada cuaca di Indonesia berupa gelombang laut setinggi 1,25-2,5 meter di Samudera Pasifik utara Halmahera,” kata kepala departemen tersebut. . Pusat Meteorologi Umum BMKG Fakhri Rajab dihubungi pada Selasa di Jakarta.

Siklon Tropis Malu saat ini terletak di Pasifik bagian barat, timur Filipina, pada 19,4 LU (LU), 138,3 BT (BT), atau sekitar 2.270 km timur laut Tahuna.

Siklon bergerak ke utara dengan kecepatan 7 knot (12 km/jam) dari wilayah Indonesia dengan kekuatan 45 knot (85 km/jam) dan tekanan 994 hPa.

Posisi diperkirakan berada di Pasifik Barat, timur laut Filipina, pada 21.1LU, 139.1BT, atau sekitar 2470 km timur laut Tahuna selama 24 jam ke depan, Rabu (27.10) pukul 0700 WIB.

Siklon bergerak ke arah timur laut dengan kecepatan rendah, menjauhi wilayah Indonesia. Namun, kekuatannya meningkat menjadi 60 knot (110 km/jam) dan tekanan 985 hPa.

Sementara itu, benih siklon tropis 99W yang sebelumnya terpantau di Laut Cina Selatan saat ini masih berupa benih siklon.

Selain pengaruh tidak langsung tersebut, cuaca di sebagian wilayah Indonesia juga dipengaruhi oleh gelombang Rossby dan Kelvin yang teramati di beberapa wilayah Indonesia, serta adanya dan melambatnya kecepatan angin (konvergensi) yang dapat meningkat. konveksi di atmosfer dan meningkatkan kemungkinan naiknya awan hujan.

Artikel sebelumyaKLHK: Pengurangan penggunaan merkuri
Artikel berikutnyaKabupaten Seram Bagian Timur di Maluku memiliki 628 jenis makroalga.