Beranda Nusantara Banjir membanjiri Mamuju setelah tiga jam diguyur hujan

Banjir membanjiri Mamuju setelah tiga jam diguyur hujan

“Banjir menjadi hal biasa di antara warga Kota Mamuju, hujan deras hanya berlangsung tiga jam, namun banjir menggenangi jalan dan ratusan pemukiman warga,”

Mamuju (ANTARA) – Jalan dan pemukiman warga tergenang banjir setelah tiga jam diguyur hujan lebat di beberapa wilayah di Kawasan Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat.

“Banjir menjadi hal biasa di Kota Mamuju, hujan deras hanya berlangsung tiga jam, namun banjir menggenangi jalan dan ratusan pemukiman warga,” kata Anka, warga BTN Ampi, Kabupaten Mamuju, Jumat.

Dikatakannya, banjir tersebut telah membanjiri ratusan pemukiman warga dengan genangan air hingga ke lutut orang dewasa setelah ambruk dari pukul 03.00 WITA hingga pukul 06.00 WITA.

“Selama ini banjir terus membuat warga khawatir, karena jika hujan terus, air banjir membanjiri pemukiman,” katanya.

Menurut warga, akibat drainase yang buruk, banjir terjadi di Mamuju, akibatnya pemukiman jalan dan pemukiman warga tergenang, sehingga diminta pemerintah setempat untuk menanganinya.

Selain kompleks Ampi BTN, banjir juga menggenangi kawasan pemukiman di kompleks perumahan Pemda Mamuju dan di Jalan Soekarno Hatta.

Warga di kawasan ini rawan banjir, sehingga mengganggu aktivitas mereka karena barang-barang berharga mereka rusak diterjang banjir.

Banjir juga membanjiri kompleks pasar regional Mamuju, sehingga pedagang khawatir dengan aktivitas perdagangannya karena harus mengangkut barangnya ke tempat yang lebih tinggi.

“Pada awal 2017, terjadi banjir besar di Mamuju yang menewaskan beberapa rumah, hanyut dan membanjiri ribuan rumah, sehingga pemerintah meminta pemerintah untuk mengantisipasi banjir di Mamuju,” kata Azis. pedagang penduduk.

Pemerintah Bupati Mamuju Suhardi Suhardi terus berupaya membersihkan drainase yang tersumbat puing-puing dan menyebabkan banjir.

Dikatakannya, drainase juga rusak di Mamuju, sehingga air hujan tidak mengalir lancar dan menyebabkan banjir yang menggenangi rumah warga.

“Keterbatasan anggaran akibat perang melawan COVID-19 memaksa pemerintah menunda perbaikan drainase, dan perbaikan tetap dilakukan nanti,” katanya.

Artikel sebelumyaKetua DPD Minta Semua Daerah Antisipasi Covid-19 Selama PTM
Artikel berikutnyaPanglima berpesan kepada para prajurit untuk selalu berhubungan dengan masyarakat.