Beranda Hukum Bareskrim menetapkan tujuh tersangka dalam kasus penipuan WanaArtha Life

Bareskrim menetapkan tujuh tersangka dalam kasus penipuan WanaArtha Life

Jakarta (ANTARA) – Penyidik ​​Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Sub Bagian V Polri menetapkan tujuh orang sebagai tersangka atas dugaan penipuan dan pemalsuan data pemegang polis PT WanaArtha Life.

“Penyidik ​​Subdirektorat III V Dittipideksus Polri telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka dalam kasus yang melibatkan PT Asuransi Jiwa Adi Sarana WanaArtha,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polda Metro Jaya. Polisi Nasional. , Combes Paul. Nurul Aziza di Mabes Polri, Jakarta, Selasa.

Ia menyebut tujuh tersangka berinisial MA, TK, YM, YY, DH, EL dan RE. Dia tidak merinci peran dan status para tersangka, termasuk apakah para tersangka ditahan atau tidak.

“Kalau tersangka belum tentu ditahan, berdasarkan data, kami hanya menyatakan sebagai tersangka,” kata Nurul.

Para tersangka dijerat dengan beberapa pasal, misalnya tersangka Mahkamah Agung dikenakan pasal 74 ayat (1) dan ayat (2) pasal 75, pasal 78, pasal 76 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian, pasal 374 Undang-Undang Perasuransian. KUHP Federasi Rusia dan 345 KUHP.

Tersangka TK tunduk pada ayat (1) dan ayat (2) pasal 74, pasal 75, dan pasal 78 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian. Tersangka Yu.M. tunduk pada ayat (1) dan ayat (2) pasal 74, pasal 75, dan pasal 78 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian.

Kemudian tersangka YY dikenai pasal 74 ayat (1) dan pasal 75 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian, tersangka DH dikenai pasal (1) pasal 74 dan pasal 75 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang perasuransian, tersangka EL sesuai dengan Pasal 76 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 Tahun 2014 tentang Perasuransian dan Pasal 374 KUHP serta Pasal 3, 4 dan 5 tentang Pencucian Uang, dan tersangka RF dikenakan Pasal 76 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian, Pasal 374 KUHP dan Pasal 3, 4 dan 5 tentang Pencucian Uang.

Penyidik ​​memeriksa 60 saksi dalam kasus ini, termasuk 40 saksi polisi, 12 saksi agenda, dan tiga saksi dari direksi WanaArtha. Penyidik ​​juga meminta keterangan dari sejumlah saksi ahli, seperti ahli asuransi, ahli perusahaan, dan ahli tenaga kerja.

Dari ketiga saksi tersebut, direksi yang diperiksa adalah petinggi PT WanaArtha Life berinisial YM dan DH. Dua inisial ada dalam daftar tersangka.

Artikel sebelumyaMensos mengatakan, beras yang ditanam di Depok diganti sesuai kesepakatan.
Artikel berikutnyaKementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia mendukung "DJKI mengajar" mengenalkan CI sejak dini