Beranda Hukum Bareskrim Tangkap 5 dari 12 Tersangka Penipuan Investasi DNA Pro

Bareskrim Tangkap 5 dari 12 Tersangka Penipuan Investasi DNA Pro

Jakarta (ANTARA) – Penyidik ​​Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menangkap lima dari 12 tersangka kasus dugaan tindak pidana penipuan investasi menggunakan aplikasi robotik. berdagang DNA Pro dimiliki oleh PT DNA Pro Akademi.

Lima tersangka diamankan, yakni berinisial YS, RU, RS, RK dan FR. Sedangkan tujuh orang lagi yakni AB, ZII, JG, ST, FE, AS dan DV masih dalam daftar pencarian. Tujuh orang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Kami masih menyelidiki pelaku kejahatan, dan kami berharap dalam waktu dekat dapat mengungkap dan menangkap pelaku kejahatan,” kata Brigjen Paul, Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dir Tipidexus) Bareskrim Polri. . Wisnu Hermawan di Mabes Polri, Jakarta, Kamis.

Kasus penipuan investasi yang diduga melibatkan sejumlah tokoh masyarakat telah berlangsung sejak korban melaporkannya ke CID pada 28 Maret 2022. Sebanyak 122 korban dilaporkan mengalami kerugian hingga Rp 17 miliar. .

Wisnu mengatakan bahwa para penjahat melakukan penipuan dengan menggunakan skema Ponzi atau piramida. Selain itu, dinyatakan bahwa aplikasi tersebut tidak memiliki izin dari otoritas terkait.

“Metodenya tetap sama, skema piramida dan tidak berlisensi,” kata Wisnu.

Para tersangka dijerat dengan dua pasal, yakni Pasal 106 gabungan Pasal 24 dan/atau Pasal 105 gabungan Pasal 9 Undang-Undang Perdagangan Manusia (UU) Nomor 7 Tahun 2014 dan/atau Pasal 3 Pasal 5 gabungan Pasal Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pemberantasan dan Pencegahan Pencucian Uang (TPPU).

Saat menangani kasus penipuan investasi robot berdagang ini, Dittipdexus Bareskrim Polri ditemukan Meja pelaporan dengan nomor 0812 1322 6296. Sejauh ini 760 telah diterima mengobrol siapa yang masuk Meja pelaporan dengan 180 wartawan.

“Masih buka Meja Jika ada korban, kami yakin masih banyak lagi di luar, beri tahu kami melalui email. Meja atau melalui laporan polisi,” kata Wisnu.

Whisnu diduga melakukan kejahatan terkait investasi robot berdagang Dalam kasus ini, pihaknya melakukan penindakan berupa penangkapan dan penahanan, kemudian melakukan penggeledahan aset menggunakan Financial Reporting and Analysis Center (FACCA) untuk mengumpulkan aset tersangka untuk dijadikan barang bukti di pengadilan.

“Jadi dalam kasus robot, itu bisa dimengerti perdagangan, opsi binerada tiga hal, tangkap, pegang dan pelacakan aset untuk mengembalikan barang milik korban para pelaku kejahatan,” kata Visnu.

Kecuali robot berdagang DNA Pro, Dittipideksus saat ini menangani sejumlah penipuan melalui platform opsi biner dan robot. berdagangtermasuk Binomo, FBS, Viral Blast Global, Mark AI, Evotrade, FAHRENHEIT dan FIN888.

Artikel sebelumyaDisinformasi! Kotak amal untuk anggota IKN
Artikel berikutnyaBank plastik: RI menghasilkan 7,8 juta ton sampah plastik per tahun