Beranda Warganet Batam berencana menyelesaikan vaksinasi remaja dalam 10 hari

Batam berencana menyelesaikan vaksinasi remaja dalam 10 hari

anak-anak untuk menjaga protokol kesehatan

Batam (ANTARA) – Pemerintah Kota Batam di Kepulauan Riau berkomitmen agar vaksinasi COVID-19 bagi semua anak sekolah di atas usia 12 tahun di wilayah itu selesai dalam waktu 10 hari sejak pelaksanaan pertama pada Minggu.

“Target kami 10 hari untuk anak sekolah. Semoga vaksinnya mencukupi,” kata Wali Kota Batam Muhammad Rudi usai meninjau pengenalan vaksinasi di SMAN 1 Batam, Minggu.

Pemerintah Kota Batam memvaksinasi remaja di sekolah tempat mereka belajar.

Pemerintah kota mencatat bahwa sekitar 120.000 anak hidup dalam kelompok usia ini. Namun, walikota mengatakan bahwa ini tidak terbatas pada 17 tahun. Namun, semua anak yang masih duduk di bangku SMA adalah sama.

“Karena mungkin ada yang terlambat ke sekolah atau semacamnya,” kata walikota.

Selama vaksinasi pertama pada hari Minggu, pemerintah menyiapkan sekitar 7.000 dosis vaksin di enam sekolah.

Terkait hal itu, dia menyatakan, jumlah vaksin yang ada di Batam saat ini sudah hampir habis, dan diperkirakan akan habis pada Senin atau Selasa (5 atau 6 Juni 2021).

Ia berharap pemerintah provinsi Kepri dan pemerintah pusat segera mengirimkan vaksin ke Batam agar vaksinasi tidak berhenti. Baik anak sekolah maupun warga di atas 18 tahun divaksinasi.

Di tempat yang sama, Wakil Gubernur Kepri Marlene Agustina mengatakan, vaksinasi anak sekolah merupakan syarat dimulainya kembali pendidikan dan pelatihan purnawaktu.

“Syarat pembukaan sekolah full time secara bertahap adalah guru dan anak-anak divaksinasi,” katanya.

Sinovac digunakan untuk memvaksinasi anak sekolah, katanya, dan dianggap kurang efektif setelah imunisasi intensif dibandingkan AstraZeneca.

Dalam hal ini, ia mengingatkan mahasiswa agar tetap mengikuti protokol kesehatan meski sudah mendapatkan vaksin.

“Vaksin bukanlah obat, tetapi menciptakan kekebalan untuk melawan virus yang masuk. Anak-anak harus mengikuti aturan kesehatan, pakai masker,” ujarnya.

Artikel sebelumyaTambor Geopark dinominasikan untuk Geopark Dunia UNESCO
Artikel berikutnyaDasco minta pemerintah larang orang asing masuk ke Indonesia saat darurat PPKM