Beranda Nusantara BBKSDA Papua terima relokasi satwa dari Jakarta dan Yogyakarta

BBKSDA Papua terima relokasi satwa dari Jakarta dan Yogyakarta

Jayapura (ANTARA) – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua telah menerima relokasi satwa tahap ketiga dari BKSDA DKI Jakarta sebanyak 30 ekor dan dari Yogyakarta sebanyak 25 ekor.

Kepala BBKSDA Papua Edward Sembiring, dalam siaran pers di Jayapura, Minggu, menyampaikan terima kasih kepada BKSDA DKI Jakarta dan Yogyakarta karena memasukkan burung cenderawasih kuning kecil dan buaya Irlandia di antara hewan-hewan yang dipindahkan.

“Kami bertanggung jawab penuh untuk mengembalikan mereka ke habitatnya, hewan-hewan ini berperan penting di alam, jadi jangan dibatasi, biarkan mereka bebas melakukan tugasnya di alam,” katanya.

Menurut Edward, pihaknya tidak lelah mengajak semua pihak untuk terus berupaya menyelamatkan satwa endemik Papua sebelum menjadi kenangan.

“Kegiatan translokasi hewan ini masih rangkaian Road to HKAN 2021, dimana total 55 hewan telah direlokasi, semuanya dinyatakan sehat dan bebas flu burung setelah menjalani PCR serta uji serologis,” ujarnya.

Dijelaskannya, 25 ekor satwa dipindahkan dari Yogyakarta, di antaranya dua kasuari ganda (Casuarius casuarius), 20 penyu hidung babi (Carettochelys insculpta), dua buaya Irian (Crocodylus novaeguineae) dan satu ekor.
Cendrawasih kuning kecil (Paradisaea minor).

Sementara itu, ada 30 hewan pengungsi dari DKI Jakarta, di antaranya lima kasuari kepala hitam (Lorius lory), dua kakatua (Probosciger aterrimus), satu nuri hitam (Pseudeos fuscata), satu cendrawasih kuning kecil (Paradisaea minor), satu ular sanca hijau ( Morelia viridis ), 11 kura-kura Irlandia berleher panjang ( Chelodina novaeguineae ) dan sembilan kura-kura hidung babi (Carettochelys insculpta).

Sebelumnya, Viratno, CEO Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, mengatakan bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga keutuhan alam dan seluruh kekayaan hayati yang ada di dalamnya.

“Saya sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja dengan tulus, gigih dan cerdas di bidang pelestarian lingkungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, bagi dia, pelestarian alam bukan hanya pekerjaan, melainkan jalan hidup yang dipilihkan Tuhan, dan tidak ada jalan lain, sebagai umat pilihan, harus bersyukur, sambil terus berusaha menjadi yang terbaik. penjaga alam semesta.*

Artikel sebelumyaSuga BTS: label perlakuan kasar dapat merusak industri musik
Artikel berikutnyaHujan deras bisa menghanyutkan beberapa wilayah Indonesia