Beranda Warganet BBM BLT KPM di Lampung naik 100.211

BBM BLT KPM di Lampung naik 100.211

Bandarlampung (ANTARA) – PT Pos Indonesia Markas Besar Bandarlampung melaporkan jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Langsung Tunai Penyesuaian Bahan Bakar Minyak (BLT BBM) di Provinsi Lampung bertambah 100.211 dari sebelumnya 687.887.

“Ya, kami telah menerima tambahan 100.211 BLT BBM KPM dari pemerintah pusat yang tersebar di 15 kabupaten dan kota di provinsi ini,” kata Kepala Eksekutif Kantor Pos Umum Bandarlampung Risdayanti saat dihubungi di Bandarlampung, Kamis.

Dikatakannya, dengan penambahan 100.211 KPM, maka total penerima BLT BBM di Lampung menjadi 788.098.

Dijelaskannya, penambahan KPM itu dibagi menjadi dua bagian, sebagian menerima BLT BBM dan bantuan sembako. Sementara itu, ada yang hanya mendapatkan BBM BLT.

“Jadi dengan penambahan KPM ada yang menerima BLT BBM dan sembako sebanyak 15.627 orang, sedangkan KPM yang hanya menerima BLT BBM berjumlah 84.584 orang,” ujarnya.

Risdayanti menegaskan, pihaknya akan segera menyalurkan BLT BBM kepada penerima manfaat untuk penggunaan KPM.

Soal pendistribusian BBM BLT, Risdayanti menegaskan staf PT Pos menyalurkannya langsung ke KPM dan tidak melalui perantara pihak manapun.

“Tim kita sendiri yang mendistribusikan, kalau di lokasi distribusi ini akan disepakati dengan pemerintah daerah, tapi ini baru kesepakatan,” ujarnya.

Ia juga memastikan penyaluran BLT BBM tidak mengurangi jumlah uang yang diterima penerima manfaat.

“Hingga saat ini belum ada laporan adanya unsur di Lampung yang memotong AFV BLT. Kami pastikan kalaupun ada pemotongan, itu tidak dilakukan oleh petugas PT Pos dan bukan tanggung jawab kami,” ujarnya. dikatakan.

Menurut data terakhir PT Pos Cabang Utama Bandarlampung, hingga Rabu (21/9), pendistribusian BBM BLT di Lampung telah mencapai 93 persen atau 735.908 dari total KPM sebanyak 788.098 unit.

Artikel sebelumyaDana sewa rumah korban kup Bojongkoneng segera dibayarkan.
Artikel berikutnyaNew York menghabiskan $250 juta untuk membeli teknologi melawan COVID-19