Beranda Hukum Bea Cukai Batam tahan kapal tanker 600 kilogram solar ilegal

Bea Cukai Batam tahan kapal tanker 600 kilogram solar ilegal

Solar HSD dikirim ke daerah pabean tanpa dokumen yang diperlukan, menggunakan kapal tanker.

Batam (ANTARA) – Bea Cukai Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), menahan kapal tanker MT Zakira karena mengangkut bahan bakar motor berupa solar 600 ratus kiloliter. diesel kecepatan tinggi (HSD) adalah ilegal.

“Bahan bakar solar HSD dikirim ke daerah pabean tanpa dokumen yang diperlukan menggunakan kapal tanker,” kata Rizki Baydillah, Kepala Bagian Penerangan dan Kepatuhan Bea Cukai Batam, Selasa.

Rizki menjelaskan, kronologis kejadian bermula pada Selasa (20/9), sekitar pukul 14.00 WIB Satgas Patroli Maritim Sriwijaya Nets mendapat informasi dari masyarakat tentang adanya kendaraan berupa tanker dari Tanjung. Unkang, Batam, yang diduga membawa muatan minyak menuju perbatasan kawasan pabean tanpa dokumen.

Menurut dia, menyusul laporan tersebut, satgas langsung mengejar kapal tanker MT Zakira.

Kemudian, sekitar pukul 16.00 WIB, petugas menemukan kapal tanker tersebut sedang berlabuh di perairan Karang Galang, sehingga ditambatkan dan diperiksa.

Namun, menurut hasil pemeriksaan, menurut dia, kapal tanker itu dalam kondisi nol. muatan dengan niat dekorasi/pelabuhan tujuan dari Batam ke Probolingo.

Karena tidak ada yang mencurigakan, kapal dilepaskan. dengan pemantauan terus menerus melalui pemantauan radar,” kata Rizki.

Rizki melaporkan Bea Cukai Batam dan Satgas Patroli Maritim Sriwijaya melakukan pemantauan radar dari 20 hingga 25 September 2022.

Berdasarkan pantauan radar, MT Zakira berada di sebelah timur Teluk Penawar di perairan Malaysia, dan kapal tanker tersebut terlihat mendekati kapal tanker tersebut dengan sejumlah kapal yang diduga melakukan kapal ke kapal (STS) Minyak solar HSD adalah ilegal.

“Pada hari Minggu (25 September), ditemukan informasi bahwa sebuah kapal tanker yang diduga melakukan pengiriman ilegal solar HSD bergerak dan aktif bergerak ke barat dari Pengerang dan memasuki perairan Malaysia dan Singapura,” katanya.

Setelah masuk ke perairan Indonesia, kapal tanker tersebut diperiksa Satgas Patroli Maritim Sriwijaya di perairan Pulau Karimun Besar, ujarnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, berdasarkan keterangan nakhoda, kapal tanker tersebut membawa 600 kg solar HSD dengan CTC di perairan Malaysia dan tidak memiliki dokumen impor untuk diangkut ke Tanjung Balai Karimun.

“Pada Senin (26 September) pukul 02.00 WIB, kapal tanker MT Zakira berlabuh di perairan Pulau Janda Bergias untuk dipelajari lebih lanjut oleh tim penyidik,” kata Rizki.

Artikel sebelumyaPemkot Banda Aceh dalam upaya pemberantasan miras
Artikel berikutnyaTNI AD Dorong Peningkatan Pelayanan Rumah Sakit