Beranda Hukum Bea dan cukai memotong penyelundupan rokok ilegal senilai Rs 6,6 miliar.

Bea dan cukai memotong penyelundupan rokok ilegal senilai Rs 6,6 miliar.

Banda Aceh (ANTARA) – Kelompok Gabungan Bea dan Cukai dan Polri mencegah penyelundupan rokok ilegal senilai hingga Rp 6,6 miliar di perairan Aceh Utara.

Kepala Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Administrasi Umum Daerah Bea dan Cukai Provinsi Aceh Isnu Irvantoro di Banda Aceh mengatakan pada hari Jumat bahwa kelompok bersama secara ilegal menyita 3,3 juta batang rokok selama penumpasan.

“Tidak ada pita cukai yang dilekatkan pada rokok sitaan. Kerugian negara dari cukai dan pajak rokok dalam penuntutan mencapai lebih dari 3,5 miliar rupiah,” kata Isnu Irvantoro.

Isnu Irvantoro mengatakan, tim dari Kanwil Bea dan Cukai Aceh, Bareskrim Polri dan Kanwil Khusus Kepri terlibat dalam pencegahan penyelundupan rokok ilegal.

Kemudian, kata Isnu Irvantoro, Tim Bea Cukai Lhokseumave, Satgas Kapal Patroli BC 30004, didukung anggota Direktorat Polisi Udara dan Air (Ditpolairud) Polda Aceh.

Operasi bersama itu, menurut Isnu Irvantoro, berawal dari informasi dari masyarakat bahwa kapal-kapal nelayan yang membawa rokok ilegal dari luar negeri sedang menuju ke perairan Aceh.

Selain itu, kata Isnu Irvantoro, Kelompok Gabungan Bea dan Cukai dan Polri melakukan patroli darat dan laut. Dari patroli didapat informasi bahwa kapal tersebut hendak menuju Kuala Kangkoy, Kabupaten Aceh Utara.

“Tim gabungan dengan kapal patroli BC 30004 menuju Kuala Kangkoy dan menemukan kapal tersebut. Tim gabungan kemudian memeriksa dan menemukan kapal tersebut sarat dengan rokok ilegal,” kata Isnu Irvantoro.

Dalam operasi tersebut, tiga awak kapal berinisial R, SB, dan S diamankan pihak berwajib. Ketiga ABK tersebut beserta barang bukti rokok ilegal kemudian dibawa ke Bea Cukai Lhokseumawe untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Tiga anggota awak kini telah ditangkap. Mereka diduga melanggar pasal 56 UU Nomor 39 Tahun 2007 Joe. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai.

“Hukumannya adalah penjara satu sampai lima tahun dan denda dua sampai sepuluh kali nilai cukai. Kami juga mengimbau masyarakat, jika menemukan rokok ilegal, segera laporkan ke Bea dan Cukai,” kata Isnu Irvantoro.

Artikel sebelumyaOmbudsman mengatakan ada potensi salah urus polisi terkait plat Arteria.
Artikel berikutnyaJadi Etalase Industri Olahraga Nasional, Menkominfo Ajak Media Sukseskan MotoGP Mandalika