Beranda Nusantara Beberapa desa di Gorontalo Utara terendam banjir.

Beberapa desa di Gorontalo Utara terendam banjir.

Gorontalo (ANTARA) – Sejumlah desa di Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, terendam banjir dari ketinggian 50 sentimeter hingga setinggi dada orang dewasa.

Diantaranya 5 desa di wilayah Tomilito yaitu desa Bulango Raya, Jembatan Mera, Milango, Bubode dan Leiao, serta pemukiman di desa Poso, Alata Karya di wilayah Kwandang.

“Curah hujan yang deras berdampak pada banjir di DAS Bubode dan Leiao sehingga menyebabkan pemukiman, persawahan dan perkebunan di kawasan ini tergenang air setinggi orang dewasa mulai pukul 15.15 WITA,” kata Kepala Desa Milango Eman. Kadir, di Gorontalo, Sabtu.

Diakuinya, kondisi tersebut sangat memprihatinkan karena banjir masih terjadi saat hujan deras.

Menurut dia, warga berharap pengendalian banjir dapat dilakukan melalui program normalisasi sungai, mengingat kondisi DAS Bubode dan Leiao sudah sangat dangkal, bahkan beberapa bagian hampir menyamai daratan.

“Kami sangat membutuhkan bantuan program normalisasi sungai, itu saja. Agar banjir tidak terus membanjiri desa ini. Mengingat Milango merupakan desa hilir, maka dipastikan air yang berasal dari DAS Bubode dan Leiao akan mengalir ke desa ini jika kondisi di kedua desa hulu tersebut tergenang air. Air badai yang berasal dari DAS Leiao secara serius mengancam pemukiman di desa Milango, ”katanya.

Banjir diperkirakan untuk sementara melanda sekitar 140 keluarga (KK) di Desa Milango.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Asri Ode Muisi mengatakan, rombongannya sudah berada di lokasi banjir sejak pukul 17.50 WITA, setelah mendapat laporan dari kepala desa yang wilayahnya terendam banjir.

Khususnya di desa Milango, Bubode dan Leiao, kata dia, kelompoknya sulit memasuki pemukiman dan mengevakuasi warga terdampak, mengingat ketinggian air mencapai dada orang dewasa sehingga menghalangi kendaraan melintas di desa tersebut. Milango.

Untuk memasuki dua desa lainnya, Anda harus berjalan di satu-satunya jalan di desa Milango.

“Kami kesulitan mengevakuasi karena keterbatasan armada perahu karet,” katanya.

Pada saat ini, air mulai surut dan hujan berhenti. “Kami telah menurunkan sejumlah staf dan terus berkoordinasi dengan perangkat desa untuk memantau kondisi warga dan wilayah terdampak, serta mendata jumlah keluarga terdampak,” ujarnya.

Upaya warga menyelamatkan harta benda akibat banjir di Desa Milango, Kecamatan Tomilito, Gorontalo Utara. (ANTARA / HO-Dokumentasi Kepala Desa Milango)

Artikel sebelumyaDPR Dukung Pembangunan Asrama Haji Wisma Marwah di Makassar
Artikel berikutnyaGubernur Papua Barat ajak warga Kisor pulang dari pengungsian