Beranda News Bela negara wanita Indonesia

Bela negara wanita Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Berbagai profesi dan kegiatan dapat diekspresikan sebagai wujud cinta. Bukan hanya cinta diri, tapi juga cinta Indonesia.

Tak terkecuali bagi wanita. Di Indonesia, perempuan bisa berkarya dan berkreasi. Perempuan Indonesia juga bisa bersaing dan berperan penting di semua profesi.

Nilai inilah yang coba ditayangkan pada acara Kopi Bela Negara Online ‘Yes, Women Can Do It’ yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Kemampuan Pertahanan Kementerian Pertahanan (Dityen Potan Kemhan) RI yang berlangsung di Kementerian RI. Kementerian Pertahanan, Jakarta, dalam keterangan tertulis, Kamis, diterima ANTARA.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pothan Kemkhan R.I. Mayor Jenderal Dadang Hendrajuda yang turut hadir dalam acara tersebut memuji cara perempuan berpartisipasi dalam mewujudkan rasa nilai-nilai kebangsaan dan kecintaannya terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). ).

Bentuk kecintaan masyarakat Indonesia terhadap bangsa dan negara ini tentu saja diwujudkan dengan cara yang berbeda-beda.

“Di antaranya adalah bagaimana melakukan suatu kegiatan dengan bekerja dan bekerja sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Kemampuan perempuan untuk bekerja dan berkarya tentunya dapat menjadi wahana untuk mengungkapkan rasa cinta dan bangga menjadi bagian dari negara Indonesia ini,” ujar Mayor. Jenderal TNI Dadang Hendrayudha.

Apalagi menurut alumni Akmil 1988 ini, setiap warga negara tentunya memiliki peran dalam upaya membela negara dan mencintai negaranya.

Apalagi bagi perempuan dengan akses terbuka, ternyata mereka juga bisa menguasai keahliannya dan bahkan berhasil. Inilah nilai yang ingin ia tunjukkan pada acara Minuman Kopi Bela Negara.

“Saya melihat banyak pengguna YouTube dan mereka mendapat respons yang luar biasa, mereka sangat senang bahwa mereka menjadi wanita hebat. Ternyata wanita itu keren, wanita bisa berbuat lebih banyak, dan semua saudara perempuan ini menunjukkan itu. Muda orang harus banyak kerja dan tidak banyak gaya.” – kata mantan Kepala Biro Umum sekaligus mantan Kepala Subdirektorat Anti Propaganda Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

wanita indonesia

Acara tersebut menghadirkan beberapa pembicara wanita dengan latar belakang profesi yang beragam, antara lain Alexandra Asmasoebrata sebagai pembalap yang telah berprestasi di berbagai kompetisi nasional dan internasional. Ia tercatat sebagai pemenang Formula Campus Asia.

“Saya mengalami bagaimana, mengikuti kejuaraan di luar negeri, terkadang saya merasa lelah dan lelah. Namun, hal itu tidak langsung terasa setelah menjuarai kejuaraan dan memegang bendera Indonesia,” ujar perempuan yang akrab disapa Andra ini.

Selain itu, ia juga merasakan suatu kebanggaan yang bisa membakar semangatnya untuk Indonesia. Ia mengakui rasanya seperti menyadari bahwa dalam berkompetisi bukan hanya membela diri, tetapi juga membela negara sehingga rasa lelah akan segera hilang, karena menyadari rasa cinta terhadap Indonesia.

“Kadang aku pikir aku lelah. Tapi kalau menang dengan bendera Indonesia, rasa lelahmu akan hilang. Kadang aku berpikir bukan hanya tentang “bertahan” tapi juga “membela” negara, apalagi memakai bendera. bangga dengan itu.”, – kata Andra.

Wanita lain yang juga hadir sebagai konsultan inspiratif adalah Letda Pnb. Ajeng Tresna Dvi Vijayanti, Wanita Angkatan Udara (Vara). Dia adalah seorang pilot VIP-VVIP TNI-AU pertama di Indonesia, saat ini bertugas di Skadron Penerbangan 17/VVIP-VVIP di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta.

“Saya melihat peran dan servis dari petarung wanita sebelumnya, R.A. Foto-foto. Saya akui bahwa sulit bagi saya untuk memenuhi tanggung jawab ini. Karena tanggung jawab ini menjadi tanggung jawab bukan hanya untuk Anda, tetapi juga untuk organisasi TNI AU,” ujarnya. – ujar alumni Akademi Angkatan Udara (AAU) 2018 kelahiran Jakarta 25 September 1995.

Turut hadir sebagai nara sumber lainnya yaitu Jihan Almira Chedid sebagai Puteri Pariwisata Indonesia 2020. Menurutnya, bentuk bela negara tidak mengangkat senjata seperti militer, tetapi bela negara kini mewakili bangsa yang bisa sukses. baik di dalam maupun di luar negeri.

“Dan peluang bela negara kini sangat terbuka lebar melalui kemajuan-kemajuan baik di dalam maupun di luar negeri. Kita bisa sukses di luar negeri, itu juga bentuk melindungi negara saat ini,” ujarnya.

Tak hanya Sharifa Ferdowsi, seorang ibu tunggal yang juga sopir truk, terlibat sebagai konsultan. Ia mengaku memulai profesi tersebut agar bisa menafkahi delapan orang anak secara sah.

“Alhamdulillah dengan pengalaman sebagai sopir truk, saya berkesempatan mengunjungi beberapa negara tetangga seperti China, Brunei Darussalam, dan juga Malaysia,” ujarnya.

Ia juga hadir sebagai konsultan dari Ditjen Potan sendiri yaitu Endang Purvaningsih selaku Kasubdit Lingdik, Direktorat Bela Negara, Ditjen Potan. Ia berpesan kepada generasi muda untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia sesuai dengan passionnya.

“Saya mengimbau kepada adik-adik, milenial dan Generasi Z: mari kita lakukan yang terbaik untuk Indonesia sesuai dengan passion mereka. Karena bela negara di era modern ini bukan lagi cara tradisional, tetapi setiap warga negara bisa melakukan sesuai dengan profesinya. .dan menurut gairahmasing-masing dari yang kecil hingga yang besar,” ujarnya.

Artikel sebelumyaKRI Bima Suci bawa 88 taruna AAL bersandar pada Kecoa
Artikel berikutnyaEric Tohir memastikan tidak ada ruang bagi teroris di BUMN.