Beranda Warganet BKKBN-Duta Besar Mesir Bekerja Sama Tingkatkan Minat Program Keluarga Berencana

BKKBN-Duta Besar Mesir Bekerja Sama Tingkatkan Minat Program Keluarga Berencana

Jakarta (ANTARA) – Badan Nasional Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) dan Duta Besar Mesir bekerja sama untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap program Keluarga Berencana (KB).

“Kami senang sekali lagi menyambut partisipasi Mesir dalam kurikulum kami. Kami juga berharap Indonesia juga dapat melihat inovasi perangkat lunak berkembang di Mesir,” kata Muhammad Rizal M. Damanik, Deputi Pelatihan Penelitian dan Pengembangan BKKBN, dalam keterangan tertulis dari BKKBN yang diterima ANTARA di Jakarta, Senin.

Rizal mengatakan berbagai inisiatif telah dikembangkan, seperti mempersiapkan siswa Stunting Care (Penting) untuk meningkatkan kesadaran bertubuh pendek. Ada juga program Memasak Sehat Atasi Stunting (Dashat), yaitu untuk ibu hamil, ibu menyusui, balita, calon pengantin dan keluarga berisiko stunting.

Kemudian, untuk mendorong kerjasama Selatan-Selatan, BKKBN mengembangkan tujuh pelatihan tematik di delapan provinsi terpilih, yaitu proyek Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) di DI Yogyakarta dan Bali serta supply chain management di Sulawesi Selatan.

Selain itu, pihaknya juga telah membantu mengembangkan KRR di Jabar dan Sulsel, tokoh agama Islam di Jatim, pengelolaan microdata seperti survei keluarga di DKI Jakarta dan Jateng, program KB pasca melahirkan di Jatim dan Sulsel, serta sebagai serta memberikan pelatihan komprehensif dalam pelayanan KB di RS DKI Universitas Indonesia Jakarta dan RS Sardjito DI. Yogyakarta

Ditambahkannya, sejak tahun 1989 sekitar 123 delegasi Mesir telah mendapatkan pelatihan KB dan KB oleh BKKBN, termasuk kesehatan reproduksi.

Duta Besar Indonesia untuk Mesir Lutfi Rauf mengatakan bahwa ikatan sejarah yang kuat antara kedua negara telah menghasilkan kerja sama di berbagai bidang kerja sama.

Seperti lebih dari 10.000 mahasiswa Indonesia yang belajar di Mesir, ini adalah Universitas Al-Azhar rata-rata. Di bidang ekonomi, kedua negara saling melengkapi, dan perdagangan tetap tumbuh meski di tengah pandemi COVID-19.

Hal ini dibuktikan dengan penguatan perdagangan bilateral kedua negara yang mencapai $1,63 miliar antara Januari hingga November 2021, meningkat 53,52 persen dibandingkan Januari-November 2020.

Lutfi menambahkan, pada Hari Keluarga Berencana Internasional, 26 September 2021, Kementerian Kesehatan dan Kependudukan Mesir mengumumkan hingga akhir tahun 2020, penggunaan metode KB telah meningkat menjadi 58,5 persen dari total jumlah wanita usia subur.

“Antara Januari hingga Agustus 2021, Kementerian Kesehatan Mesir meluncurkan 58 konvoi kampanye KB di 174 desa yang termasuk dalam program Kehidupan Layak (Haya Karima),” kata Lutfi.

Duta Besar Mesir untuk Indonesia Ashraf Mohamed Mogib Sultan mengatakan program pemberdayaan perempuan di Mesir menargetkan perempuan dalam kelompok usia 18-45 untuk membantu mereka mencari pekerjaan dan mencari nafkah.

“Berkat proyek-proyek kecil dan menengah yang dibiayai oleh negara, ibu-ibu yang berminat siap menggunakan metode KB, mereka juga akan dilatih dalam proses manajemen dan membantu merencanakan ekonomi mereka untuk masa depan,” katanya.

Artikel sebelumyaDinas Kesehatan Kota Bengkulu temukan pasien terpapar Omicron
Artikel berikutnyaEnam kabupaten di Jember masuk dalam zona merah lalu lintas darat.