Beranda Warganet BKSDA Bengkulu pasang kamera jebakan untuk mendeteksi buaya ganas

BKSDA Bengkulu pasang kamera jebakan untuk mendeteksi buaya ganas

Mukomuko (ANTARA) –

Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu akan memasang camera trap di kawasan Sungai Selagan untuk mendeteksi buaya ganas yang memangsa warga Desa Tanah Rekah, Kabupaten Mukomuko.

“Kami telah mencapai kesepakatan dengan BKSDA dan mereka akan memasang kamera perangkap untuk memeriksa buaya ganas dan tidak ganas di Sungai Selagan,” kata Pj Sekretaris Daerah Mukomuko Yandaryat di Mukomuko, Jumat.

Ia mengatakan, BKSDA memasang kamera jebakan karena tidak mengetahui buaya yang memburu Sabri, 65, warga Desa Tanah Rekah, Kecamatan Kota Mukomuko.

Menurutnya, BCSDA memasang camera trap ini untuk mendapatkan data buaya agresif dan non agresif di Sungai Selagan. “Saat ini kami belum mengetahui buaya yang menyerang warga dan tewas di Sungai Selagan. Namun, biasanya sifat buaya yang menyerang warga itu berulang,” ujarnya.

Selain itu, menurut dia, BKSDA akan mengirimkan tim untuk memantau lokasi penyerangan buaya terhadap warga Desa Tanah Rekah, Kecamatan Mukomuko.

Tim BCSDA, selain mengamati lokasi penyerangan buaya, juga mengidentifikasi buaya yang menyerang warga.

Ia mengatakan, berdasarkan informasi dari warga sekitar, ada sekitar 15 ekor buaya besar yang hidup di Sungai Selagan.

Dijelaskannya, sungai-sungai di kawasan itu menjadi habitat buaya dan kemungkinan memiliki zona kekuasaan dan kebetulan warga beraktivitas di wilayahnya, sehingga buaya khawatir dan aktif.

Selain itu, menurut dia, buaya di muara dan air asin lebih ganas daripada buaya di air tawar.

Untuk saat ini, dia menyarankan masyarakat untuk menahan diri. Jika mereka melakukan aktivitas mengangkat telapak tangan dengan cara yang aman, yaitu tidak mengisi perahu terlalu banyak agar buaya tidak memakannya saat berada di dekat buaya.

Jika tidak aman untuk menyelam, jangan terlibat di dalamnya, termasuk memancing dan berenang di sungai, sampai tim BCSDA turun.

Artikel sebelumyaDinas Kesehatan: Vaksinasi booster Kendari baru mencapai 7,04 persen
Artikel berikutnyaGubernur Provinsi Aceh menjadikan festival anak Indonesia Saleh sebagai agenda rutin.