Beranda Nusantara BKSDA Kalbar pantau tumpahan minyak di dekat Cagar Alam Laut Kayong Utara

BKSDA Kalbar pantau tumpahan minyak di dekat Cagar Alam Laut Kayong Utara

Adapun kemungkinan limbah yang masuk ke Cagar Alam Laut Kepulauan Karimata, kami selalu memantau keadaan di lapangan.

Pontianak (ANTARA) – Badan Perlindungan Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat terus memantau perkembangan tumpahan cairan atau minyak tak larut di perairan dekat kawasan Cagar Alam Laut Kepulauan Karimata di Kabupaten Kayong Utara.

“Adapun kemungkinan limbah yang masuk ke Cagar Alam Laut Kepulauan Karimata yang berjarak sekitar 19,3 km, kami selalu pantau kondisi di lapangan,” kata Pj Kepala Konservasi Wilayah I BKSDA Ketapang Bharata Sibabani saat dihubungi. Kabupaten, Kalimantan Barat, Minggu.

Dikatakannya, BKSDA selalu memantau kondisi di lapangan, dengan koordinasi intensif dengan pihak terkait di Kayong Utara, khususnya Dinas Lingkungan Hidup yang masih di lapangan dan akan turun langsung ke lokasi bersama-sama.

Jika terbukti tumpahan dari tongkang terbalik yang terdampar di perairan Karimata telah menyebar ke Cagar Alam Laut Kepulauan Karimata, maka akan ditangani sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Ada ancaman sanksi jika nantinya limbah masuk ke dalam cagar alam, akan ada akibat hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang juga akan melibatkan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” ujarnya.

Untuk itu, lanjutnya, pihaknya terus melakukan pemantauan di lapangan dan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kayong Utara untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut terkait dampak tongkang yang ditarik beberapa waktu lalu.

“EPA sudah mengambil sampel dan mengirimkannya ke Pontianak, tapi belum ada hasilnya. Instansi dan pejabat terkait sudah menghubungi perusahaan pemilik tongkang untuk membersihkan sampah di laut dengan melibatkan masyarakat,” jelasnya. .

Artikel sebelumyaKepala Gugus Tugas COVID-19 Bagikan Masker kepada Warga Jakarta
Artikel berikutnyaGempa sedalam 10 kilometer guncang Bulungan