Beranda Nusantara BKSDA Sumsel produksi tiga siamang siamang

BKSDA Sumsel produksi tiga siamang siamang

Ini adalah bagian dari program simpan

Sumatera Selatan (ANTARA) – Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel melepas tiga siamang (Symphalangus Syndactylus) di blok perlindungan Suaka Margasatwa Dangku, Musi Banyuasin, Senin.

Kepala BKSDA Sumsel, Ujang Wisnu Barata di Palembang, Senin mengatakan, tiga owa, dua jantan dan satu betina, tiba sebagai hasil dari perpindahan masyarakat secara sukarela di kota Palembang dan Kabupaten Lahat, serta sebagai hasil dari operasi penyelamatan. akibat konflik di daerah Lahat.

Menurut dia, tiga hewan tersebut dinyatakan sehat dan bugar berdasarkan sertifikat veteriner No.520/001/Keswan/DPKP/2021 tanggal 6 Agustus 2021. “Ketiga satwa yang dilindungi ini dinyatakan sehat dan layak untuk dilepasliarkan ke alam liar,” katanya.

Sebelum dilepasliarkan ke alam liar, ketiga satwa tersebut menjalani proses rehabilitasi selama tiga bulan di kandang transit kawasan wisata lindung zona IV Kota Palembang. “Ketiganya dipantau secara rutin oleh petugas dan dokter hewan,” ujarnya.

Kegiatan ini difasilitasi dengan surat Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati No. S.586/KKH/AJ/KSA.2/08/2021 tanggal 6 Agustus 2021 untuk mendukung pelepasan siamangus (Shympalangus Syndactylus). …

“Jadi ini bagian dari program konservasi,” katanya.

Ia mengatakan acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara peringatan Hari Konservasi Nasional tahun 2021 yang diharapkan dapat menjadi wahana edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem, melestarikan satwa dan daya dukung satwa dilindungi. daerah. sebagai habitat hewan.

Owa Owa adalah spesies primata yang dilindungi dengan populasi hampir di seluruh wilayah Sumatera.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Nomor P. 20/MENLHK/SETJEN/KUM .1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

“Ini merupakan implementasi dari program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.Hidup selaras dengan alam“Dengan melestarikan hutan belantara negara,” katanya.

Artikel sebelumyaNyonya mengundang orang untuk merayakan Tahun Baru Islam dengan rasa syukur
Artikel berikutnyaBupati Bogor minta Pik Pik ganti bendera putih jadi merah putih