Beranda Nusantara BKSDA Yogyakarta melepasliarkan elang jambul di Gunungkelir

BKSDA Yogyakarta melepasliarkan elang jambul di Gunungkelir

Kedua elang tersebut dianggap layak untuk dilepasliarkan ke alam bebas. Dua burung melihat satwa liar mereka lagi

Liontin Progo (ANTARA) – Balai Konservasi Sumber Daya Alam Yogyakarta bekerjasama dengan Pusat Penyelamatan Satwa Liar Pelepasan Elang Jambul dan Elang Brontok di Puntok Gondang, Desa Gunungkelir, Desa Jatimulio, Kecamatan Girimullo, Kabupaten Kulon Progo, DIY, Rabu.

“Kedua elang ini dianggap memenuhi syarat untuk dilepaskan. Kedua burung melihat satwa liar mereka lagi. Petugas juga akan melakukan penilaian setiap hari. Laporan petugas nantinya akan menunjukkan bahwa burung-burung tersebut siap terbang di alam bebas,” ujarnya. Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta Vahyudi di Kulon Progo, Rabu.

Dikatakannya, dua ekor satwa yang dilepas BKSDA Yogyakarta masing-masing, yakni Elang Brontok, datang dari stasiun Flora dan Fauna Bunder di Kabupaten Gunung Kidul. Sedangkan elang jambul tiba dari Balai Penyelamatan Satwa di Kulon-Progo.

Kedua satwa ini dinilai layak untuk dilepasliarkan ke alam karena memenuhi sejumlah indikator dari BKSDA Yogyakarta untuk satwa yang akan dilepasliarkan ke ekosistem hutan di kawasan Bukit Menore.

“Kedua hewan ini juga menunjukkan perilaku menangkap yang biasa dilakukan burung di alam liar. Apalagi burung tergolong predator. Pemilihan lokasi pelepasan dua ekor burung yang masuk kategori predator ini juga sudah disurvei petugas kami,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Kulon Progo Sutejo mengatakan, pelepasan burung di kawasan Dusun Gunungkelir merupakan upaya yang juga didukung oleh pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Gunungkelir dulunya adalah tempat pelepasliaran burung.

Masyarakat Kulon Progo diharapkan dapat mendukung upaya konservasi agar dapat berkembang biak dan tidak punah.

“Sehingga pelepasliaran satwa burung di kawasan yang telah menjalani serangkaian survei dan kajian yakni kawasan desa Jatimulio dapat mendukung upaya pelestarian burung dan satwa lainnya agar tidak punah,” kata Sutejo.

Artikel sebelumyaWarcopy diminta untuk mengubah nama dalam waktu 7 hari
Artikel berikutnyaKemenhut imbau masyarakat cegah kebakaran hutan dan lahan