Beranda Nusantara BMKG memberikan peringatan dini kondisi cuaca ekstrem dalam dua dekade mendatang

BMKG memberikan peringatan dini kondisi cuaca ekstrem dalam dua dekade mendatang

waspadai peristiwa cuaca ekstrem seperti hujan es

Jakarta (ANTARA) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini kemungkinan hujan lebat dan cuaca ekstrem selama dua dekade ke depan.

“Di Indonesia bagian selatan kita takut akan kekeringan, di Indonesia bagian barat dan utara kita takut akan hujan lebat dan bahkan berpotensi cuaca ekstrim,” kata Wakil Deputi Klimatologi BMKG Urip Haryoko dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Urip mengatakan, berdasarkan pantauan BMKG hingga akhir Agustus 2021, hasil pantauan perkembangan musim kemarau 2021 menunjukkan 85 persen wilayah Indonesia memasuki musim kemarau.

Namun, ada atau beberapa daerah yang bertahan pada musim hujan, meliputi sebagian Sumatera bagian tengah, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, Pulau Seram, Papua Barat bagian timur, dan Papua bagian utara.

Berdasarkan prakiraan kemungkinan hujan utama (10 harian), terdapat indikasi kemungkinan hujan lebat untuk 2 (dua) pangkalan di masa mendatang dengan status “Peringatan”, “Peringatan” hingga “Awas”. “

Hujan deras dengan kategori Awas dapat terjadi di Papua Barat (Cayman) dan Papua (Asmat, Boven Digoel, Mimika, Nduga, Pegunungan Bintang, Yahukimo).

Kemudian kategori “Siaga” di Kalimantan Timur (Kutai Barat), Sulawesi Tengah (Toho Una-Una), Papua Barat (Caymana, Manokwari, Sorong, Sorong Selatan, Tambrauv, Teluk Bintuni) dan Papua (Dogiyay, Nabire, Paniai, Punchak . ).

Kemudian kategori “Awas” dapat berlangsung di beberapa daerah, yaitu: Kalimantan Barat (Kapuas Hulu, Melavi, Sentarum, Sintang), Kalimantan Tengah (Murung Raya), Kalimantan Timur (Malinau), Maluku (Maluku Tengah, Seram Barat). ), Sulawesi Barat (Majene, Mamuju, Mamuju Utara), Sulawesi Selatan (Luvu Utara), Sulawesi Tengah (Bangai, Buol, Dongala, Morovali, Toli-Toli), Papua Barat (kota Sorong, Raja Ampat) dan Papua (Jayavijaya, Lanny Jaya, Mappi, Punchak Jaya).

Sedangkan menurut prakiraan daerah berpotensi banjir pada Dasarian III (10 hari 3) Agustus 2021, daerah yang akan dipantau berada pada kategori tinggi, yaitu: sebagian kecil bagian utara Papua Barat, sebagian kecil wilayah barat. . dan Papua bagian tengah.

Kemudian kategori menengah, yaitu sebagian kecil Aceh bagian timur, sebagian kecil Sumatera Utara, sebagian kecil Kalimantan Barat bagian timur, sebagian kecil Kalimantan Tengah bagian utara, sebagian kecil bagian barat Kalimantan. Kalimantan Timur, sebagian kecil Kalimantan Utara, sebagian kecil Sulawesi Utara, sebagian kecil Gorontalo, sebagian kecil Sulawesi Tengah, sebagian kecil Sulawesi Barat, sebagian kecil Sulawesi Selatan bagian utara, sebagian kecil Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara, sebagian kecil Maluku, sebagian kecil Maluku Utara, sebagian kecil Papua Barat, dan sebagian kecil Papua bagian barat dan tengah.

Selain itu, pada tahap pertama (10 hari 1) September 2021, wilayah yang diwaspadai banjir tingkat tinggi adalah sebagian Papua Barat.

Kemudian pada kategori sedang yaitu sebagian kecil Aceh, sebagian kecil Sumatera Utara, sebagian kecil Sumatera Barat bagian selatan, sebagian kecil Jambi bagian barat, sebagian kecil bagian timur Sumatera Barat. Kalimantan, sebagian kecil dari Kalimantan Tengah bagian utara. , sebagian kecil Kalimantan Timur bagian barat, sebagian kecil Kalimantan Barat. Kalimantan Utara sebagian kecil Gorontalo bagian barat, sebagian kecil Sulawesi Tengah, sebagian kecil Sulawesi Barat bagian selatan, sebagian kecil bagian utara Selatan. Sulawesi, sebagian kecil Maluku, sebagian kecil Papua Barat bagian utara, dan sebagian kecil Papua bagian barat dan tengah.

Pada hari kedua (10 hari) September 2021, wilayah yang akan dipantau berada pada kategori sedang yaitu sebagian kecil Aceh bagian timur, sebagian kecil Sumatera Utara bagian utara, sebagian kecil Papua Barat. , dan sebagian kecil dari Papua bagian barat dan tengah.

“Memasuki masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan, masyarakat dihimbau untuk lebih waspada terhadap kejadian cuaca ekstrim seperti hujan es, hujan lebat sebentar dan angin puting beliung,” kata Urip.

Dikatakannya, musim hujan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menambah lahan pertanian, memanen air hujan dan mengisi waduk/danau yang akan berguna pada musim kemarau mendatang. Masyarakat diharapkan terus mengikuti perkembangan terkini iklim dan cuaca melalui berbagai saluran berita resmi BMKG.

Artikel sebelumyaGagal mengangkut hewan lokal Papua
Artikel berikutnyaSatgas TNI bersama warga melakukan penanaman pohon di perbatasan RI-PNG