Beranda Nusantara BMKG memperingatkan hujan lebat akan menyebabkan banjir di 17 provinsi

BMKG memperingatkan hujan lebat akan menyebabkan banjir di 17 provinsi

17 wilayah Aceh, Babilonia, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papa Ikua, …

Banjarbaru (ANTARA) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mewaspadai potensi hujan lebat yang menyebabkan banjir atau banjir bandang di 17 wilayah Indonesia mulai Minggu hingga Senin (14 Juni).

“Ada 17 provinsi yang berstatus darurat jika terjadi cuaca ekstrem, sehingga masyarakat harus berhati-hati terutama saat hujan di luar,” kata Nur Banjarmasin, pegawai stasiun meteorologi Shyamsudin, Minggu.

Kategori peringatan cuaca ekstrim meliputi Aceh, Bangka Belitung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Malaysia Utara. , Maluku, Papua Barat dan Papua.

Khusus untuk Kalsel yang merupakan kawasan stasiun meteorologi Syamsudin Nur Banjarmasin, Adhitya menjelaskan terdapat zona konvergensi di sekitar Kalsel yang didukung oleh labilitas lokal yang kuat sehingga dapat mengakibatkan terbentuknya awan dalam jumlah besar.

Selain itu, tingginya nilai kelembaban udara di lapisan atas wilayah sekitar Kalimantan Selatan juga mendukung tumbuhnya awan konvektif yang dapat menyebabkan hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau guntur dan angin kencang.

Untuk itu, masyarakat dihimbau untuk berhati-hati terhadap paparan hujan yang dapat menyebabkan jalan licin dan tergenang air, serta pohon tumbang dan sambaran petir.

“Di 13 kabupaten dan kota di Kalsel berpotensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang, terutama siang dan malam. Sedangkan pada pagi hari biasanya cerah dan berawan pada pagi hari,” kata Adhitya. …

Diketahui hampir seluruh wilayah Kalsel, kecuali wilayah Tanah-Bumbu dan Kotabaru, mengalami banjir parah pada Januari 2021. Kemudian banjir kembali terulang, yang hanya membanjiri sub wilayah Satui Kabupaten Tanah-Bumbu pada 13 Mei 2021 akibat hujan deras.

Artikel sebelumya1873 kasus diselesaikan oleh DKPP dalam sembilan tahun
Artikel berikutnya4.836 pasien COVID dirawat di RS Wisma Atlet Kemayoran