Beranda Nusantara BMKG mengatakan banjir di Aceh disebabkan oleh tekanan udara yang rendah

BMKG mengatakan banjir di Aceh disebabkan oleh tekanan udara yang rendah

BMKG juga memprakirakan hujan lebat di Banda Aceh dan beberapa kabupaten/kota di pesisir barat daya Aceh dalam dua hari ke depan.

Meulabo (ANTARA) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan hujan deras yang melanda Banda Aceh, ibu kota provinsi Aceh dan beberapa wilayah di wilayah barat daya Aceh, disebabkan oleh: rendahnya tekanan udara di Teluk Benggala dan di Thailand.

“Akibat tekanan rendah di Teluk Benggala dan tekanan rendah di Thailand, terjadi konvergensi di wilayah Aceh. Massa udara dibelokkan ke utara menuju Thailand dan Teluk Benggala (India),” kata Meulabo-Nagan. Raya, Peramal BMKG Yoga Almaruf, Jumat malam.

Menurut dia, akibat rendahnya tekanan di kedua wilayah tersebut, menyebabkan penumpukan massa udara di wilayah Aceh.

Hal ini mengakibatkan curah hujan sedang hingga lebat di sebagian besar wilayah Provinsi Aceh.

BMKG memperkirakan, hujan lebat di Banda Aceh dan sejumlah kabupaten/kota di pesisir barat daya Aceh akan terus terjadi selama dua hari ke depan.

“Kami juga menghimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada, terutama saat beraktivitas di wilayah pesisir,” tambah Yoga.

Dampak tekanan rendah di Teluk Benggala (India) dan Teluk Thailand, katanya, juga menyebabkan gelombang tinggi di sekitar perairan di pantai barat daya Aceh, katanya.

Artikel sebelumyaDPR menunggu usulan pemerintah untuk menggunakan halaman parlemen sebagai rumah sakit darurat
Artikel berikutnyaPartai Demokrat setuju Kompleks Parlemen akan jadi pilihan rumah sakit darurat COVID-19