Beranda Nusantara BMKG: Pelanggaran kondisi cuaca menyebabkan hujan lebat dan angin kencang di Jambi

BMKG: Pelanggaran kondisi cuaca menyebabkan hujan lebat dan angin kencang di Jambi

Agustus ini masih musim kemarau, dengan perubahan cuaca akhir-akhir ini menyebabkan curah hujan di Jambi.

Jambi (ANTARA) – Stasiun Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Sultan Taha Jambi melaporkan:
Hujan lebat dan angin kencang yang melanda sebagian besar wilayah selama seminggu terakhir disebabkan oleh perubahan kondisi cuaca.

“Agustus ini masih musim kemarau dan perubahan cuaca akhir-akhir ini menyebabkan Provinsi Jambi diguyur hujan,” kata Annisa Fauzia, Kepala Data dan Informasi BMKG Stasiun Sultan Thaha Jambi di Jambi, Jumat.

Annisa menjelaskan, angin di Provinsi Jambi menyebabkan hujan di wilayah Jambi. Seperti halnya keadaan lapisan udara bagian atas, kelembapannya cukup tinggi, yang berujung pada terbentuknya awan hujan.

Pada tahun 2021, stasiun BMKG Sultan Thaha Jambi memprediksi awal musim hujan di Provinsi Jambi akan dimulai pada bulan September.

BMKG Jambi mengimbau masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada pekan depan. Dimana hujan deras disertai petir, dan angin kencang terjadi pada sore, malam, dan dini hari.

“Selain itu, kami juga memperhatikan kemungkinan dampak seperti genangan air, banjir, kerusakan atap rumah, pohon tumbang dan kurangnya jarak pandang saat berkendara,” kata Annisa Fayzia.

Sementara itu, secara umum di perairan timur Jambi, tinggi gelombang berada pada kategori tenang hingga rendah. Ketinggian gelombang berkisar antara 0,1 meter hingga 1,25 meter.

Namun Anda perlu berhati-hati saat cuaca buruk di laut. Awan cumulonimbus dapat menyebabkan hujan lebat disertai petir dan angin kencang.

“Angin kencang yang tiba-tiba dapat meningkatkan tinggi gelombang, sehingga nelayan dihimbau untuk berhati-hati saat melaut, karena kemungkinan cuaca buruk,” kata Annisa Fauzia.

Artikel sebelumyaBPBD Sampang Sebut Kekeringan Lihat 11 Kecamatan
Artikel berikutnyaCiptakan Ekosistem Kondusif dan Aman, Menkominfo Tindak Tegas Tekfin Ilegal