Beranda Nusantara BMKG: Waspadai Gelombang Ekstrem di Samudera Hindia

BMKG: Waspadai Gelombang Ekstrem di Samudera Hindia

dalam kategori gelombang ekstrim

Cilacap (ANTARA) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau seluruh pengguna jasa maritim untuk mewaspadai potensi gelombang ekstrem di Samudera Hindia selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Berdasarkan analisis kami, tinggi gelombang di Samudera Hindia Selatan Jawa Barat-DIY bisa mencapai kisaran 6-9 meter, sehingga tergolong gelombang ekstrim,” kata Teguh Vardoyo, kepala departemen teknis. Tim Stasiun Meteorologi Chilakap Tunggul Woolung di Chilakapa, Jawa Tengah, Kamis.

Sedangkan menurut dia, tinggi gelombang di perairan selatan Jabar-DIY bisa mencapai kisaran 4-6 meter, sehingga termasuk dalam kategori sangat tinggi.

Dikatakannya, kenaikan tinggi gelombang dipengaruhi oleh angin di Indonesia bagian selatan yang sebagian besar bergerak dari timur ke tenggara dengan kecepatan angin 5 hingga 25 knot.

Dalam hal ini, kata dia, hembusan angin yang cenderung searah dengan kecepatan tinggi dapat menyebabkan kenaikan tinggi gelombang.

Kecepatan angin tertinggi diamati di perairan utara Sabang, perairan Banten selatan Jawa Timur, Laut Banda dan Laut Arafuru, katanya.

“Oleh karena itu, kami telah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di perairan selatan Jabar-DIY dan gelombang ekstrim di Samudera Hindia selatan Jabar-DIY yang berlaku hingga 13 Agustus 2021 pukul 07.00 WIB. Kami akan memperbarui peringatan dini jika ada perkembangan lebih lanjut, ”katanya.

Terkait hal itu, Teguh mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jasa maritim, untuk memperhatikan risiko gelombang tinggi demi keselamatan pelayaran.

Pada saat yang sama, kecepatan angin di atas 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter berbahaya bagi kapal penangkap ikan, kecepatan angin di atas 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter berbahaya bagi kapal tongkang, kecepatan angin di atas 21 knot, dan tinggi gelombang di atas 2,5 m meter. berbahaya untuk feri, dan kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang lebih dari 4 meter berbahaya bagi kapal besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar.

“Masyarakat yang tinggal dan bekerja di pesisir pantai di daerah rawan gelombang tinggi diminta tetap waspada,” ujarnya.

Artikel sebelumyaAshley Tisdale menemukan kegembiraan baru di luar musik
Artikel berikutnya"Cumi-cumi", serial "bertahan hidup" Rilis Netflix baru, September 2021