Beranda Hukum BNN Tangkap Kurir Dengan 1.001 Pil Ekstasi Sindikat Antarprovinsi

BNN Tangkap Kurir Dengan 1.001 Pil Ekstasi Sindikat Antarprovinsi

Jambi (ANTARA) – Badan Narkotika Nasional Provinsi Jambi menangkap sepasang pengedar atau kurir narkoba antarprovinsi dengan barang bukti 1.001 butir ekstasi senilai Rp 5 miliar, yang ditangkap saat sedang bersantai di rumah kosong sebelum bertransaksi dengan pembeli. .

“Beberapa kurir ekstasi ditangkap saat rehat saat menunggu pesanannya, namun sayang, sebelum mengantarkan barang ilegal, anggota kami ditangkap tanpa perlawanan setelah diberi tahu dan dilacak,” kata Kepala BNN Jambi Wisnu Handoko. di Jambi, Senin.

Hasil interogasi pendahuluan dua pelaku berinisial FG dan NRP mengaku kepada petugas bahwa keduanya hanya dibayar untuk mengantarkan pil ilegal kepada yang memesan di Jambi, dan tugas mereka hanya mengantarkan pil ekstasi untuk diedarkan. di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Kepala BNNP Jambi Wisnu Handoko mengatakan penangkapan para pelaku berawal dari informasi dari masyarakat tentang pengiriman narkoba jenis ekstasi yang akan dibawa kedua tersangka dari Pekanbaru, Provinsi Riau, ke kota Jambi dengan transportasi darat menggunakan mobil Daihatsu Sigra warna hitam.

Berbekal informasi tersebut, petugas BNN Jambi melakukan penyelidikan, dan hasilnya tim penyidik ​​turun ke Kecamatan Merlung, Kabupaten Tanjung Jabung Barat untuk menangkap dua tersangka yang membawa 1001 butir ekstasi dalam satu mobil.

“Kedatangan di Merlung yang terletak di sebuah rumah kosong tempat transaksi ekstasi dilakukan oleh seorang penjahat berinisial B, dimana tersangka nantinya akan pergi untuk melakukan operasi pelarian, kemudian pada hari Sabtu (17.09) pukul 07.00 WIB. , rombongan melihat target di dalam mobil yang melintas dari arah Pekan Baru dan menuju ke arah rumah tersebut,” kata Wisnu Handoko.

Saat dilakukan penggeledahan di rumah tersebut, ditemukan 1001 sabu-sabu hijau terbungkus plastik hitam dan karton coklat kecil di atas meja di ruang tamu tempat tersangka duduk pada saat ditangkap dan tidak melawan.

Sementara itu, tersangka berinisial B sebagai penerima barang berhasil kabur melalui pintu belakang saat petugas masuk dan mendobrak pintu rumah, dan BNN merilis daftar buronan B sebagai penerima barang kabur.

Berdasarkan dakwaan FG dan IRP, mereka menerima upah dari hasil penyerahan barang haram senilai Rp8 juta untuk penyerahan 1.001 butir ekstasi senilai Rp5 miliar, atau menghitung nyawa, yang berhasil menyelamatkan 5.000 nyawa.

Pelaku dan barang bukti sudah kami peroleh dari BNNP Jambi, dan kami tersangka pasal 112 dan 114 UU Narkotika Nomor 35 Tahun 2009 atas perbuatannya, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun penjara.

Artikel sebelumyaGanjar memadamkan api di pinggir jalan tol Baven-Ungaran untuk mencegah terjadinya kecelakaan.
Artikel berikutnyaPolisi menegaskan tidak perlu waktu lagi untuk menyelesaikan sidang etik.