Beranda Hukum BNPT Ungkap Bagaimana Kelompok Teror Membuat Sel Teror Baru

BNPT Ungkap Bagaimana Kelompok Teror Membuat Sel Teror Baru

Jakarta (ANTARA). Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komisaris Jenderal (Komjen) Polri, Boy Rafli Amar menjelaskan bagaimana kelompok teroris telah menciptakan sel-sel teroris baru.

“Kelompok teroris masih menggunakan cara lama. Mereka melakukan propaganda untuk menciptakan ketidakpercayaan atau ketidakpercayaan kepada pemerintah,” kata Rafli Amar, Kapolsek BNPT Komien, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

Hal itu disampaikannya saat memberikan kuliah kepada 210 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK).

Boy Rafley mengatakan bahwa kelompok teroris sering menggunakan isu-isu strategis untuk menanamkan ketidakpercayaan pada pemerintah. Harapan mereka adalah mempolarisasi masyarakat sehingga sel-sel teroris baru bisa muncul.

“Propaganda kelompok teroris melawan negara menggunakan masalah ekonomi dan lainnya, mereka sangat ingin ini terjadi” ketidakpercayaan pemerintah,” kata Boy Rafli.

Selain itu, kelompok teroris juga membangun politik identitas guna menciptakan polarisasi di masyarakat.

“Jika tidak diantisipasi, polarisasi ini bisa menelurkan sel-sel teroris baru, bahkan penjahat individu atau penjahat.” serigala tunggal,” dia berkata.

Ia menjelaskan, upaya propaganda kelompok teroris tersebut dilakukan melalui jejaring sosial. Mereka (kelompok teroris) memahami bahwa penggunaan media sosial dapat membangkitkan simpati dan semangat kolektif dalam waktu singkat.

Dalam upaya mencegah propaganda kelompok teroris, Polri yang merupakan mitra BNPT diharapkan melakukan reformasi di lima bidang, yaitu pemahaman kebangsaan, pembangunan kesejahteraan, moderasi keagamaan, akar budaya bangsa. , dan kebangkitan nilai-nilai Pancasila. .

Ia meyakini transformasi ini dapat melindungi masyarakat dari propaganda radikalisme teroris yang beredar di dunia maya.

“Negara berkewajiban melindungi warga negara dari keterlibatan terorisme. Oleh karena itu, kita harus melakukan transformasi bersama dengan pemangku kepentingan lainnya,” ujarnya.

Artikel sebelumyaPolisi menegaskan tidak perlu waktu lagi untuk menyelesaikan sidang etik.
Artikel berikutnyaASN Pemkot Semarang diduga tewas pada hari ia dinyatakan hilang.