Beranda Hukum BPOM Mamuju menyita 944 produk kecantikan tanpa izin edar

BPOM Mamuju menyita 944 produk kecantikan tanpa izin edar

“Sejak Juli hingga minggu pertama Agustus 2022, kami melakukan kegiatan penertiban pasar kosmetik ilegal dan yang mengandung bahan berbahaya di beberapa wilayah di Sulawesi Barat,” kata Lintang Purba Jaya.

Mamuju (ANTARA) – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, menyita 944 produk kosmetik tanpa izin edar.

Kepala Badan POM Mamuju Lintang Phurba Jaya, Selasa, mengatakan penyitaan produk kosmetik tanpa izin edar itu dilakukan sebagai akibat dari operasi pengawasan ilegal terhadap kosmetik dan mengandung bahan berbahaya yang melibatkan departemen dan “pihak yang berkepentingan” di wilayah tersebut. daerah.

Kegiatan yang berlangsung antara Juli hingga awal Agustus 2022 itu, lanjut Lintang Purba Jaya, digelar di beberapa wilayah Sulawesi Barat, yakni Mamuju, Polevali Mandar dan Mamuju Tengah.

“Sejak Juli hingga minggu pertama Agustus 2022, kami melakukan kegiatan penertiban pasar kosmetik ilegal dan yang mengandung bahan berbahaya di beberapa wilayah di Sulawesi Barat,” kata Lintang Purba Jaya.

Menurut dia, dalam aksi penertiban pasar kosmetik Balai POM ilegal dan berbahaya di Mamuji, sebanyak 1.002 jenis produk kosmetik disita, 944 di antaranya tanpa izin edar dan 58 produk yang diduga mengandung bahan berbahaya.

“Kalau kita perkirakan nilai produk kosmetik yang kita sita itu Rp 37,8 juta,” kata Lintang Phurba Jaya.

Ia menambahkan, alat dari bahan yang digunakan untuk memproduksi kosmetik ilegal, seperti mixer, baskom, timbangan digital, stoples scrub, toples krim, kemasan makanan, dan campuran kosmetik, ditemukan saat operasi di sebuah toko kosmetik di Kabupaten Mamuju.

“Dengan dukungan dan kerjasama semua pihak, kami akan terus mengintensifkan operasi pemberantasan kosmetik ilegal guna melindungi masyarakat dari kosmetik yang mengandung bahan berbahaya,” jelas Lintang Phurba Jaya.

Balai POM di Mamuju, kata Lintang Phurba Jaya, juga menghimbau kepada masyarakat untuk menjadi konsumen yang cerdas dengan menggunakan atau mengkonsumsi obat-obatan sesuai anjuran tenaga medis.

“Untuk mendapatkan informasi yang jelas tentang obat-obatan dan makanan, Anda bisa menggunakan aplikasi BPOM di HP Android atau menghubungi Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) POM Bandan,” jelas Lintang Purba Jaya.

Artikel sebelumyaPKC Meminta Pengusaha untuk Tidak Menggunakan Pupuk untuk Korupsi
Artikel berikutnya700 rumah di sepanjang Pantai Tiku Agam terancam abrasi