Beranda Warganet BSN Promosikan Penyusunan Literasi SNI

BSN Promosikan Penyusunan Literasi SNI

Solo (ANTARA) – Badan Standar Nasional (BSN) mendorong pengembangan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk aksara menyusul pengajuan Program Pengembangan Standar Nasional yang disebut Tata Letak Keypad Aksara Jawa dan Huruf Aksara Jawa oleh Internet Indonesia Sistem Nama Domain (PANDI) ).

Direktur Pengembangan Standar Mekanika, Energi, Teknik Elektro, Transportasi, dan Teknologi Informasi BSN, J. Cristianto Vidivardono, dalam keterangan tertulis yang diterima Jumat di Solo, mengatakan usulan standar ini sebagai upaya melestarikan font Indonesia.

Dia mengatakan standar tersebut dimaksudkan untuk memastikan bahwa setiap karakter dapat digunakan dalam perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK) pada platform, perangkat, dan aplikasi yang ada.

“Jadi untuk vendor software ada link untuk menampilkan seluruh simbol, tapi untuk umum lebih mudah digunakan,” ujarnya.

Dia mengatakan bahwa dukungan standar juga dapat digunakan sebagai referensi untuk representasi bahasa dan simbol di sistem operasi utama, mesin pencari, browser, laptop dan smartphone, Internet dan World Wide Web.

Dikatakannya, kini sudah diterima secara luas di ranah digital, representasi digital aksara daerah seperti bahasa Jawa, dengan variasi yang bervariasi.

Dengan banyaknya variasi yang muncul, kata dia, perlu adanya standar sebagai acuan standar bagi para pemangku kepentingan untuk mengembangkan perangkat keras atau perangkat lunak yang dapat merepresentasikan ejaan karakter daerah secara akurat.

Dikatakannya, standar font daerah menyediakan ketentuan untuk volume karakter, pasangan dan sandhangan, serta sistem “opentype” yang digunakan untuk membentuk pasangan karakter.

“Sementara itu, tata letak keyboard skrip regional default menyesuaikan distribusi lapisan dan tampilan tata letak skrip untuk memberikan konsistensi bagi pengalaman pengguna,” katanya.

Terkait usulan SNI untuk BSN, ia mengatakan masyarakat dapat mengajukan standar dengan prosedur pengusulan, yang biasanya diawali dengan penyelesaian proposal Program Pengembangan Standar Nasional (PNPS).

“Artinya dengan melampirkan draf proposal sesuai format pencatatan SNI (PBSN 4 Tahun 2016 tentang pencatatan SNI). Peminat juga dapat mengajukan proposal SNI melalui sekretariat panitia teknis yang besarnya sesuai dengan nama PNPS yang diajukan. “Daftar peluang dan sekretariat Panitia Teknis bisa dilihat di CISPK,” ujarnya.

Artikel sebelumyaPemkab Garut memberlakukan mobil ganjil genap di pusat kota
Artikel berikutnyaPengamat: MAKI salah menggugat Ketua DPR