Beranda News BSSN: CISRT Perkuat Perlindungan E-Government

BSSN: CISRT Perkuat Perlindungan E-Government

Ini perlu dicegah

Jakarta (ANTARA) – Badan Keamanan Siber Nasional (BSSN) Republik Indonesia menyatakan bahwa keberadaan tim keamanan siber yaitu Computer Security Incident Response Team (CSIRT), penting untuk memperkuat perlindungan Electronic Government System (EGS) dari serangan siber.

“Membangun dan mengkonsolidasikan sistem keamanan untuk semua infrastruktur informasi vital juga merupakan tantangan utama CISRT dalam konteks kami melindungi sistem pemerintahan elektronik,” kata kepala BSSN Hinsa Siburian pada peresmian Computer Security Incident Response Team (CSIRT) LIPI. 2021 di Jakarta, Senin.

Hinsa mengatakan BSSN menjaga kewaspadaan siber nasional dan ketahanan siber. Dengan memastikan hal ini, CISRT berperan dalam melindungi infrastruktur informasi digital.

CISRT akan melaksanakan tugas penanggulangan serangan yang bersifat teknis, sehingga tidak terjadi serangan atau gangguan pada sistem elektronik di lembaga tersebut.

“Sama seperti kita melindungi sistem elektronik yang ada di lembaga atau pemerintahan, di unit kerja lembaga itu, agar tidak diserang atau mencegah serangan di sana, terutama yang bersifat teknis,” katanya.

Penguatan keamanan siber menjadi penting, apalagi saat ini semua objek vital saling berhubungan atau terjadi ketergantungan suatu sistem elektronik dengan yang lain, sehingga apabila salah satunya dilanggar akan mempengaruhi operasional atau fungsi yang lain.

Misalnya, jika terjadi serangan siber yang mengakibatkan pembangkit listrik tidak beroperasi, tidak akan ada pasokan listrik, mengganggu transaksi keuangan, sistem transportasi, dan sistem telekomunikasi.

“Ini perlu dicegah,” katanya.

Hinsa mengatakan, pembentukan CISRT sejalan dengan penerapan sistem e-government. CISRT bertindak sebagai pemantau dan menyediakan pemulihan dari insiden keamanan siber.

Pada tahun 2020-2024 direncanakan akan dibangun 121 TsISRT, dan pada tahun 2021 direncanakan akan dibangun 35 TsISRT.

Artikel sebelumyaKetua Republik Rakyat Mongolia Menekankan Penyalahgunaan Narkoba Harus Menimbulkan Kekhawatiran Serius
Artikel berikutnyaBSSN: 448.491.256 serangan siber terjadi pada Januari-Mei 2021.