Beranda Nusantara BTNKT mengajak penduduk pulau untuk menjaga cagar alam Togean

BTNKT mengajak penduduk pulau untuk menjaga cagar alam Togean

kawasan lindung sekitar 363.150 hektar, meliputi laut, pulau, hutan dan darat.

Palu (ANTARA) – Balai Taman Nasional Kepulauan Togean mengajak warga Kabupaten Toho Una-Una, Sulawesi Tengah, untuk ikut melestarikan Kawasan Konservasi Togean.

“Kami memiliki kawasan konservasi sekitar 363.150 hektar yang meliputi laut, pulau, hutan, dan daratan untuk menjaga kelestarian ekosistem alam,” kata Kepala BTNKT Bustang, dihubungi dari Palu, Sabtu.

Ajakan untuk melestarikan kawasan ini sangat penting, katanya, karena penduduk pulau memiliki peran strategis dalam memanfaatkan potensi alam, sehingga mereka bertanggung jawab terhadap alam dan juga menjadi sumber penghidupan bagi penduduk setempat. …

Melalui program konservasi, BTNKT juga melatih masyarakat Kepulauan Togean untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang tanggung jawab pengelolaan lingkungan serta memberdayakan mereka untuk mendukung ketahanan ekonomi penduduk setempat.

Ia mengatakan, berkat upaya di bidang pendidikan selama lima tahun terakhir, BTNKT mampu menekan maraknya kegiatan tersebut. penangkapan ikan ilegal di kawasan lindung, termasuk meningkatkan jumlah mangrove pesisir sebagai tanggul alam untuk mencegah abrasi, serta ancaman bencana alam lainnya.

“Hutan mangrove, baik alami maupun buatan di Togean, akhir-akhir ini meningkat. Tidak lepas dari keterlibatan para pihak dan penduduk pulau,” kata Bustang.

Ia menjelaskan, berkat upaya yang dilakukan BTNKT, masyarakat kini telah merasakan manfaat konservasi karena telah terbangun siklus ekologi yang baik, karena konservasi dilakukan secara menyeluruh, baik di darat maupun di laut.

Apalagi, menurut dia, Kepulauan Togean sudah menjadi cagar biosfer yang terdaftar di UNESCO, sehingga memberikan kesan ekologis yang baik, selain itu tidak hanya digunakan sebagai tujuan wisata, tetapi juga merupakan rumah bagi para ilmuwan yang melakukan penelitian.

“Kami berharap masyarakat terus menjaga Kesinambungan Pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) di kawasan ini. Pemerintah, pemangku kepentingan, dan masyarakat adalah mitra pemantauan kami, ”kata Bustang.

Artikel sebelumyaPertamina Cilacap Lacak Dampak Asap Kebakaran Terhadap Masyarakat
Artikel berikutnyaOpera sabun "tersanjung" didesain ulang, dikemas untuk kaum muda