Beranda Nusantara Buaya menyerang siswa sekolah dasar di Agama saat berenang pagi

Buaya menyerang siswa sekolah dasar di Agama saat berenang pagi

Warga terus mencari korban di sepanjang sungai

Agam, Sumatera Barat (ANTARA) – Plasma Warga, Jorong Padang Madani, Nagari Mangopoh, Kecamatan Lubukbasung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Nisa (9), diduga menyerang buaya muara (buaya porosus) saat berenang di Sungai Batang Masang pada Senin sekitar pukul 06:30 WIB.

Wali Jorong Padang Madani, Mustaman di Lubukbasung, Kabupaten Agam, Senin mengatakan, warga masih mencari siswa kelas tiga.

“Warga masih mencari korban di sepanjang sungai,” katanya.

Dia menuturkan, kejadian bermula saat korban dan adiknya Neli (16) sedang mandi pagi untuk berangkat sekolah di Sungai Batang Masang, 50 meter dari rumahnya.

Saat mandi, seekor buaya menyerang korban dan membawanya ke tengah sungai, dan adik korban meraih tangan korban.

Tapi Nelli tidak bisa menyelamatkan adiknya.

“Tidak bisa menyelamatkan korban, kakaknya langsung berteriak histeris, dan saya langsung menuju ke tempat itu, karena rumah saya cukup dekat, dan saya bisa langsung menuju ke tempat itu,” ujarnya.

Dia mengaku melihat buaya hitam berukuran panjang sekitar empat meter dan lebar 30-40 sentimeter di dasar pemandian korban.

Beberapa menit setelah itu, buaya tersebut belum juga muncul hingga sekarang.

Wali Nagari Mangopoh Ridwan menambahkan, pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Resor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Agama, dan Polisi Agama.

“Tim sudah berada di lokasi untuk mencari korban,” katanya.

Kepala Resor KSDA Agam, Ade Putra menambahkan, pihaknya sedang bersiap-siap untuk bekerja dan mengumpulkan peralatan yang sebelumnya digunakan dalam konflik antara manusia dan harimau di Salar Aya, Kabupaten Palembayan.

Langkah pertama adalah mencari tubuh korban bersama dengan perintah terkait lainnya. Selain itu, akan dilakukan identifikasi lapangan untuk mengetahui faktor penyebab kejadian dan tindakan perbaikan lainnya.

“Kami menyayangkan kejadian yang menimpa korban dan menghimbau kepada warga lainnya untuk berhati-hati saat melakukan aksi di sungai dan sekitarnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, Sungai Batang Masang merupakan salah satu habitat buaya muara selain Sungai Batang Antokan.

Penyempitan habitat terutama di muara menyebabkan persebaran buaya muara di hulu sungai dan anak sungai.

Artikel sebelumyaKota Jinan China menghancurkan bangunan ilegal di distrik musim semi
Artikel berikutnyaBPBD Lebak: Tidak ada kerusakan rumah yang dilaporkan karena gempa berkekuatan 5,4 pada hari Senin