Beranda News Bupati Bogor Dorong Sosialisasi Massal Riset Kejujuran PKC

Bupati Bogor Dorong Sosialisasi Massal Riset Kejujuran PKC

Pengalaman SPI tahun 2019, terkadang ada teman SKPD yang tidak percaya….

Sibinong, Bogor (ANTARA) – Bupati Bogora, Jawa Barat, Ade Yassin mendorong sosialisasi secara massal Survei Evaluasi Integritas (SPI) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Pengalaman SPI tahun 2019, terkadang ada teman SKPD yang tidak percaya ketika menerima pesan melalui WhatsApp, apakah survei itu resmi atau tidak, mereka khawatir ketika datanya penuh, orang yang tidak bertanggung jawab akan menggunakannya. “- kata Ade Yassin dalam webinar bersama SPI PDA secara virtual, di Chibinong, Bogor, Kamis.

Sosialisasi massal SPI ini dirancang untuk memudahkan responden dalam mengisi survei, katanya, sehingga berharap Indeks Integritas Kabupaten Bogor bisa lebih tinggi.

“Oleh karena itu, perlu sosialisasi yang lebih masif agar ketika ada yang menerima WhatsApp cepat tanggap untuk mengisinya,” kata Ade Yasin.

Ia menyebutkan, survei digital sangat penting, terutama untuk memudahkan responden menyelesaikan penilaian integritas pemerintah, menilai potret atau gambaran kegiatan pemerintah di mata pimpinan internal, pakar, pengguna jasa, sehingga kepuasan masyarakat dapat tercapai.

“Dengan SPI ini, kita bisa melihat indikator kinerja mana yang perlu ditingkatkan, dan mana yang baik dan perlu dipertahankan. Selain itu, kita dapat mengetahui nilai indeks integritas, karena semakin tinggi levelnya, semakin baik manajemen dan integritasnya. , – dia berkata.

Selain itu, kata dia, pemerintah Kabupaten Bogor telah mengoptimalkan penggunaan teknologi digital seperti politik. satu desa satu inovasi atau satu desa satu inovasi, dan satu institusi satu inovasi atau satu institusi satu inovasi.

“Termasuk mengelola keuangan desa menggunakan aplikasi Siskeudes atau sistem keuangan desa. 181 kepala desa menyerahkan tanda tangan elektronik (TTE) dari 416 desa,” ujarnya lagi.

Artikel sebelumyaRidwan Rumukown resmi menjadi sekretaris daerah terakhir provinsi Papua.
Artikel berikutnyaJPU suap Nurdin Abdullah Rp 2 miliar untuk amal dan pembelian jet ski