Beranda Warganet Bupati Kubu Raya menerima Penghargaan Parahita Ekapraya

Bupati Kubu Raya menerima Penghargaan Parahita Ekapraya

Pontianak (ANTARA) – Bupati Kubu Raya, Kalimantan Barat, Muda Mahendravan menerima Anugra Parahita Ekapraya (APE) Award 2020 kategori utama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Republik Indonesia.

“Alhamdulillah, Kubu Raya kembali mendapat kepercayaan dengan mengadopsi APE, dan ini semua merupakan bentuk komitmen kami untuk menerapkan 7 prasyarat pengarusutamaan gender (PUG) sebagai strategi pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,” ujar Muda di Sungai Raya, Jumat.

Sejalan dengan komitmen tersebut, Pemkab Kubu Raya mengangkat isu-isu kritis dalam program PUG, antara lain pemahaman yang lebih mendalam tentang sumber daya manusia dan kapasitas kelembagaan terkait perencanaan dan penganggaran dari perspektif gender. Serta mengawal kesepakatan dengan pemerintah daerah mengenai urgensi dan pentingnya (implementasi) strategi PUG.

Muda menjelaskan, APE merupakan penghargaan yang diberikan kepada kementerian/departemen dan pemerintah daerah yang diyakini berkomitmen untuk mencapai dan mewujudkan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, serta pemenuhan kebutuhan anak.

“Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas komitmen dan peran kementerian/lembaga dan pimpinan pemerintah daerah dalam upaya mengimplementasikan kesetaraan dan kesetaraan gender dalam strategi PUG,” ujarnya.

Ia mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) yang telah menginisiasi Anugrah Parahita Ekapraya (APE) pada tahun 2021 sebagai bentuk nyata apresiasi terhadap kesejahteraan gender, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di daerah.

Muda juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Cubu Raya kini berkomitmen untuk melaksanakan Percepatan PUG sejalan dengan Amanat Presiden Nomor 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender yang merupakan strategi pencapaian kesetaraan dan kesetaraan gender.

“Pengarusutamaan gender adalah komitmen kami, komitmen ini bukan sekedar kata-kata, bukan sekedar kata-kata formalistik, tetapi komitmen untuk menggerakkan semua elemen, termasuk desa,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi bahwa pengarusutamaan gender dimulai dari hal-hal yang berkaitan dengan kepemimpinan, dan semuanya itu menentukan kebijakan, misalnya di desa-desa tempat diadakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) bagi perempuan dan anak, yang senantiasa dilakukan sedemikian rupa sehingga isinya dan isi zat itu bergerak.

“Termasuk bagaimana kita menciptakan ruang-ruang pendidikan seperti Sahabat Paradigta, Perhimpunan Pusat Pengembangan Sumber Daya Perempuan (PPSW), serta berbagai program pemberdayaan dan isu kesetaraan gender, ini bukan hanya formalitas, tetapi juga bagaimana kita memperkuat inklusivitas, ” kata Muda.

Dengan penghargaan yang diberikan kepada pemerintah daerah yang berkomitmen dan mendukung pelaksanaan PUGs di kabupaten/kota, diharapkan dapat benar-benar berbuat adil terhadap sumber daya manusia perempuan yang memang memiliki potensi di berbagai bidang pembangunan.

Artikel sebelumyaDampak letusan gunung berapi di Pulau Canary La Palma
Artikel berikutnyaWaspadai cuaca selama musim pancaroba.