Beranda Nusantara Danau Tempe membanjiri puluhan wilayah terdampak banjir di Sulawesi Selatan

Danau Tempe membanjiri puluhan wilayah terdampak banjir di Sulawesi Selatan

Kami fokus mempersiapkan evakuasi warga terdampak.

Makassar (ANTARA). Curah hujan sedang hingga lebat selama dua hari terakhir telah menumpahkan air ke Danau Tempe dan meningkat hingga meluap, membanjiri puluhan kabupaten di dua kabupaten Wajo dan Boun di Sulawesi Selatan, puluhan kabupaten. rumah terendam banjir dan ribuan hektar sawah.

“Menurut data sementara, di Wajo ada delapan wilayah terdampak banjir, puluhan rumah dan ribuan persawahan masih tergenang,” kata Andi Muslikhin, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wajo, Sabtu.

Data yang masuk dilaporkan sebanyak delapan korban jiwa di Kabupaten Tempe, Kabupaten Pammana, Kabupaten Madjaleng, Kabupaten Kira, Kabupaten Giliren, Kabupaten Manyangpajo, Kabupaten Sabangparu dan Kabupaten Pitumpanua.

Selain itu, banjir juga menggenangi sejumlah ruas jalan lintas provinsi di Kecamatan Tarumpakkae, Desa Liu, Kecamatan Madjalen. Dampak banjir juga membanjiri Kota Senkang, Wajo. Air menggenangi pemukiman warga di Jalan Lembua, Jalan Andi Mangga, Jalan Dalia, Jalan Bau Baharddin dan di sekitar Pasar Induk Sengkang.

Menurut Muslikhin, tim BPBD Wajo saat ini sedang melakukan pendataan dan pendataan, serta melakukan evakuasi dan pemberian bantuan kepada warga terdampak.

“Saat ini tim sedang melakukan registrasi warga dan kami fokus mempersiapkan evakuasi warga terdampak,” ujarnya.

Tim Basarnas mengevakuasi warga saat terjadi banjir di pemukiman warga akibat luapan Danau Tempe di Regensi Wajo, Sulawesi Selatan, Sabtu (28/8/2021). PHOTO / HO-dokumentasi Basarnas Makassar.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala BPBD Kabupaten Bone Dray Vibrianto mengatakan wilayah administratif Bones juga terhubung dengan wilayah Danau Tempe, dan sejumlah kecamatan dilaporkan dilanda banjir saat air di danau meluap.

Daerah tersebut terletak di distrik Cina dan Sibulu, serta di perbatasan dengan Senarana. Sementara itu, di Bone bagian utara, banjir juga melanda Desa Pompanua, Kecamatan Anjangale, dan beberapa pemukiman warga terendam banjir. Tempat ini terletak di hulu sungai setempat.

Air juga menggenangi fasilitas umum warga dan membanjiri puluhan hektare sawah yang akan mulai panen bulan depan.

“Rencananya panen padi di beberapa daerah banjir. Kami sedang mengumpulkan data dan belum mencatat total kerugian material. Kami berharap tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” jelasnya.

Untuk saat ini, pihaknya terus berkoordinasi dengan organisasi lintas sektor terkait seperti Basarnas dan lembaga kemanusiaan lainnya. Karena dibutuhkan sinergi untuk mendapatkan data akurat berapa banyak orang yang terkena dampak.

Meski debit air mulai berkurang dan curah hujan masih rendah, Dray menambahkan, pihaknya masih memantau dan melaporkan kejadian banjir saat ini.

Artikel sebelumyaJungho ATEEZ menderita cedera tulang rawan lutut
Artikel berikutnyaKim Yoo Jung berbagi kesannya tentang drama "langit merah"