Beranda Hukum Dinas Imigrasi Sulawesi Selatan deportasi dua warga negara Filipina

Dinas Imigrasi Sulawesi Selatan deportasi dua warga negara Filipina

Keduanya diterbangkan melalui Bandara Soekarno Hatta di Jakarta langsung menuju Filipina.

Makassar (ANTARA) – Bagian Imigrasi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Selatan memulangkan atau mendeportasi dua warga negara Filipina (WN) ke negaranya.

Kepala Divisi Imigrasi dan Kantor Wilayah Hak Asasi Manusia Departemen Kehakiman Sulawesi Selatan, Dodi Karnida di Makassar, mengatakan pada hari Minggu bahwa dua warga negara Filipina telah dideportasi melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta.

“Baik Elina Rae alias Nursima, 33 tahun asal Canem Makassar, dan Crishanto Madrigal alias Abdullah Javier, 41 tahun, asal Rudenim Makassar, diterbangkan melalui Bandara Soekarno Hatta di Jakarta langsung menuju Filipina,” katanya.

Dikatakannya, deportasi tersebut merupakan hasil undangannya kepada Konsul Jenderal Filipina, Manuel Si Ayapu, yang dilanjutkan dengan kunjungan ke Makassar pada 8 dan 9 Juni 2021.

Konsul Jenderal Muda Filipina yang juga Pj Kepala Kantor KJRI Manado itu juga memberikan kelengkapan dokumen untuk proses pemulangan selama di Makassar.

<< Saya segenap Jajaran Canim dan Rudenim Makassar, para pejabat Konjen dan khususnya Nursim dan Ibrahim beserta keluarganya tentu senang dengan kepulangannya, karena ternyata ada penerbangan langsung dari Jakarta menuju Manila , meskipun jadwalnya tidak pasti, mungkin hanya sebulan sekali, itu sangat tergantung pada situasinya, ”katanya. Dodi menjelaskan, Nursima meninggalkan tanah kelahirannya selama kurang lebih 20 tahun karena beremigrasi ke Malaysia dan kemudian menikah di Gova dengan TKI asal Gowa. Siapa pun yang sudah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Gowa diamankan Petugas Imigrasi Makassar karena masih warga negara Filipina, bekerja di sebuah SPBU pada 26 Maret 2021. Sementara itu, Ibrahim tinggal puluhan tahun di Sabah, Malaysia Timur, menikah dengan seorang migran perempuan dari Raha-Sulawesi Tenggara sana, kemudian tinggal di Rahe selama beberapa bulan hingga Maret 2021, sebelum ditahan oleh kantor imigrasi Baubau karena tidak memiliki paspor. dan izin tinggal. “Dua warga negara Filipina berharap bisa kembali ke Indonesia secara legal. Mereka ingin berkumpul dengan keluarga mereka. Sedangkan untuk pengungsi, saya sedang menyusun laporan karena kemarin ada pengungsi Rohingya yang berusia 74 tahun dan tinggal di Makassar. sejak 2012 dan meninggal karena stroke,” ujarnya.

Artikel sebelumyaKecelakaan di Pasaman Barat menewaskan 22 orang.
Artikel berikutnyaKoalisi Partai Bahas Lowongan Wakil Gubernur Papua