Beranda Hukum Disinformasi! Polisi denda pengendara sepeda motor dengan sandal jepit

Disinformasi! Polisi denda pengendara sepeda motor dengan sandal jepit

JAKARTA (ANTARA/JACX) — Korlantas Polri akan melakukan Operasi Taat pada 13-25 Juni 2022 di beberapa wilayah Indonesia untuk menekan angka pelanggaran dan kematian korban kecelakaan lalu lintas.

Masyarakat juga memperhatikan disiplin berlalu lintas, termasuk aspek keselamatan diri.

Perhatian tersebut merambah ke media sosial disertai dengan berbagai pesan peringatan agar warga tetap mematuhi aturan berkendara seperti penggunaan helm sepeda motor dan sepatu.

Namun, dilaporkan juga bahwa, sebagai bagian dari Operasi Ketaatan 2022, pengendara sepeda motor akan didenda karena mengenakan alas kaki seperti sandal jepit.

Postingan yang muncul di Twitter itu disukai lebih dari 1.000 pengguna lainnya.

Namun, benarkah polisi akan mendenda pengendara sepeda motor yang menggunakan sandal jepit?

Postingan disinformasi tersebut mengklaim Polri akan memberikan bukti pelanggaran (tiket) bagi pengendara sepeda motor yang memakai sandal jepit. (Twitter)

Penjelasan:

Inspektur Jenderal Mabes Polri Paulus. Firman Shantyabudi pada Senin (13.06) menyatakan, pengendara roda dua tidak boleh memakai sandal saat membawa sepeda motor demi keselamatan.

“Kalau naik motor, kulitnya langsung bersentuhan dengan aspal, ada api, ada bensin, ada kecepatan, semakin cepat kita semakin rentan kita. Ini fatal. untuk ini,” kata Firman.

Firman melanjutkan, pengendara sepeda motor seharusnya lebih menghargai nyawa ketimbang mengabaikan keselamatan dengan tidak menggunakan alas kaki yang layak.

“Jika Anda mengatakan bahwa sepatu mahal, pakaian pelindung yang mahal, apa yang lebih berharga dari hidup kita? Harap ingat ini ketika Anda keluar (di belakang kemudi) siap dengan peralatan yang ada, ”kata Firman.

Namun, Firman sama sekali tidak mengatakan bahwa pengendara sepeda motor akan didenda karena memakai sandal jepit dalam operasi kepatuhan 2022.

Korlantas Kapolri Korlantas Kombes Eddy Junayedi, menurut ANTARA, mengatakan tidak akan menuntut pengguna sepeda motor yang memakai sandal jepit.

Eddy mengatakan target operasi kepatuhan 2022 adalah kendaraan berplat nomor khusus, penggunaan knalpot bising, penggunaan spinner, balap liar, pembalap hulu, penggunaan ponsel saat berkendara, penggunaan helm non-SNI. , pengemudi tidak mengenakan sabuk pengaman dan mengendarai sepeda motor dengan lebih dari satu orang.

Tuntutan: Polisi denda pengendara sepeda motor dengan sandal jepit
Peringkat: Disinformasi

Pemeriksaan Fakta: Penipuan! Rp 500 ribu untuk mengaktifkan IMEI ponsel hadiah

Baca juga: Korlantas mengimbau pengendara tidak menggunakan sandal jepit untuk membela diri

Baca juga: Mabes Lalu Lintas Ajak Operasi Patuh Jaya Tingkatkan Kesadaran Masyarakat

Artikel sebelumyaPolda Jabar sedang menyelidiki penyebab kerusuhan di stadion GBLA.
Artikel berikutnyaBNN Gunakan Tenis Meja Sebagai Alat Kampanye Anti Narkoba Selama HANI 2022