Beranda Nusantara Distribusi takjil di Surabaya menggunakan tas ramah lingkungan.

Distribusi takjil di Surabaya menggunakan tas ramah lingkungan.

Sampah plastik tidak hanya berdampak pada kesehatan lingkungan, tetapi juga manusia dan hewan, seperti yang terjadi di Surabaya pada tahun 2012.

Surabaya (ANTARA) – Pembagian takjeel atau buka puasa Ramadhan oleh kelompok masyarakat menggunakan tas ramah lingkungan di Kota Surabaya, Jawa Timur dipuji sejumlah kalangan.

“Pemberian hadiah yang juga menggunakan tas ramah lingkungan yang diadakan oleh Kelompok Kerja Jurnalis Taman Surya Surabaya pada Jumat (22 April) sore kemarin, cukup menarik karena juga bertepatan dengan Hari Bumi Sedunia. Kami mengapresiasi dan berharap bisa dicontoh oleh yang lain,” kata koordinator komunitas Zero. Beberapa Wawan Sampah di Surabaya, Sabtu.

Menurutnya, pihaknya selalu menekankan pengurangan penggunaan sampah plastik, karena akibatnya bisa dimana-mana. Ini tidak hanya mempengaruhi kesehatan lingkungan, tetapi juga manusia dan hewan. Salah satu contoh dampak yang terjadi di Surabaya pada tahun 2012 silam.

“Salah satunya adalah kematian Klivon atau jerapah yang berada di KBS (Kebun Binatang Surabaya) pada tahun 2012. Saat perut dibuka, ada 20 kilogram kantong plastik bercampur feses di dalam perut,” kata Vawan.

Bahkan, diakui Wawan, ribuan mangrove yang sebelumnya ditanam Komunitas Zero Garbage di pesisir timur Surabaya telah mati akibat sampah plastik yang dibuang sembarangan. Karena itu, menurut dia, pihaknya kembali mengingatkan masyarakat tentang bahaya makan kresek.

Kepala Badan Perlindungan Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya Agus Hebi Juniantoro mengatakan Peraturan Walikota Surabaya (Perwali) Nomor 16 Tahun 2022 untuk mengurangi penggunaan kantong plastik di Kota Surabaya telah berlaku sejak 9 April 2022. telah disosialisasikan ke pasar modern, supermarket, restoran hingga hotel.

“Kantong plastik diatur dalam UU Perlindungan Lingkungan Hidup Nomor 18, ada keputusan turunan sampai dengan keputusan menteri dan peraturan daerah. Sekarang dalam peraturan daerah ini diatur dengan Perwali. Akhirnya ada Perwali Surabaya 16/2022,” kata Hebi.

Oleh karena itu, Hebi mengapresiasi kegiatan Pokja Jurnalis Taman Surya Surabaya yang juga peduli terhadap lingkungan dan mendukung kebijakan pengurangan penggunaan kantong plastik.

“Saya berharap kebijakan ini dapat membantu mengurangi jumlah sampah plastik di Kota Surabaya. Dengan demikian, tidak akan terjadi pencemaran lingkungan dengan sampah plastik sekali pakai,” ujarnya.

Ketua Pokja Jurnalis Surya Surabaya Robbie Giulianto sebelumnya menyatakan, selain untuk memperingati Hari Bumi, acara tersebut juga sebagai bentuk dukungan terhadap Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 16 Tahun 2022 untuk mengurangi penggunaan kantong plastik di kota. Surabaya yang dirilis pada 9 Maret 2022.

“Di Surabaya sendiri, Perwali mulai menerapkan pembatasan kantong plastik,” katanya.

Artikel sebelumya"bumbaya" mencetak rekor 1,4 miliar tampilan
Artikel berikutnyaPopulasi harimau sumatera di Jambi berjumlah lebih dari 183 individu.