Beranda Warganet DIY Rekrut Psikolog Untuk Membantu Anak Yatim Akibat COVID-19

DIY Rekrut Psikolog Untuk Membantu Anak Yatim Akibat COVID-19

Yogyakarta (ANTARA) – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mengirimkan psikolog untuk membantu anak-anak yang kehilangan kedua orang tuanya akibat COVID-19 di provinsi tersebut.

Erlina Hidayati, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY, mengatakan, Jumat di Yogyakarta, bantuan psikologis bagi anak merupakan kebutuhan mendesak sebelum bantuan lain diberikan.

“Khususnya anak-anak yang masih remaja, kehilangan orang tua dalam waktu dekat akan membuat mereka depresi, sehingga membutuhkan bantuan psikologis,” kata Erlina.

Menurutnya, selain kehilangan orang tua, ada juga anak-anak yang akan kehilangan saudara-saudaranya dalam waktu dekat, sehingga mereka hidup sendiri.

Berdasarkan laporan terakhir, ia menyebutkan, jumlah anak yang orang tuanya meninggal karena infeksi COVID-19 sebanyak 150 orang. Sementara yang dipastikan nama dan alamatnya sudah mencapai 110 anak mulai dari bayi hingga usia 18 tahun.

“Namun, tidak semuanya yatim piatu, ada yang yatim piatu, ada pula yang hanya yatim piatu,” ujarnya.

Menurutnya, selain menjaring psikolog dari DP3AP2 DIY, psikolog dari Persatuan Pelayanan Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten/Kota, serta psikolog dari seluruh Puskesm di DIY, juga memberikan pendampingan.

“Selain memberikan pendampingan secara langsung, psikolog juga menjangkau anak-anak melalui teleconsultation,” ujarnya.

Menurut Erlina, Pemerintah Daerah Yogyakarta tidak hanya memberikan pendampingan psikologis, tetapi juga memberikan perhatian khusus pada pemenuhan hak-hak anak. Keduanya memiliki hak atas pendidikan, perawatan, dan keamanan mereka sendiri.

“Jangan sampai anak-anak ini menjadi yatim piatu kemudian menjadi korban kekerasan atau perdagangan anak,” ujarnya.

Erlina menambahkan, DP3AP2 DIY telah membuat posko yang siap menerima pengaduan atau pesan dari masyarakat yang mengetahui keberadaan anak yatim yang terdampak COVID-19.

“Tolong masyarakat sekitar yang mengetahui, laporkan ini ke pokja desa agar terdaftar dan dilaporkan ke kecamatan, kabupaten dan kami,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial DIY Endang Patmintarsih mengatakan siap menjamin kelangsungan pendidikan bagi anak yatim piatu yang orang tuanya meninggal akibat terinfeksi COVID-19 melalui Pusat Rehabilitasi Sosial dan Penitipan Anak (RSPA) DIY.

Namun, anak yatim piatu yang akan digendong dinas sosial DIY akan mengetahui terlebih dahulu apakah mereka memiliki kerabat dekat, termasuk memiliki atau tidak memiliki harta tersebut.

“Apakah dia punya harta, seperti rumah, atau masih berkeluarga, bulek, bude atau paman. Jadi pertama-tama Anda harus bertanya. Jika dia sendirian, dia tidak punya apa-apa, dia tidak punya siapa-siapa. untuk mendukungnya. Kami memiliki gym.” , – katanya.

Artikel sebelumyaBMKG laporkan lima titik api di Riau
Artikel berikutnyaAlasan kenapa Raditya Dick bikin kucing suka "teman hidup"