Beranda News Djokovi menyoroti komitmen Indonesia untuk mengatasi perubahan iklim di hadapan Komisi Eropa.

Djokovi menyoroti komitmen Indonesia untuk mengatasi perubahan iklim di hadapan Komisi Eropa.

Keseimbangan ini diperlukan, dan keseimbangan ini hanya akan tercapai jika kita bekerja sama.

Jakarta (ANTARA) – Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokovi) menggarisbawahi komitmen kuat Indonesia untuk menjadi bagian dari solusi mengatasi perubahan iklim global saat menerima Frans Timmermans, Executive Vice President European Green Policy and Climate, di Istana Merdeka. Jakarta, Senin.

“Sebagai salah satu pemilik hutan dan ekosistem mangrove terbesar, Indonesia menyadari posisinya yang strategis,” kata Presiden Jokovi, seperti dilansir Menteri Luar Negeri Retno Marsoudi, yang mendampingi presiden bertemu dengan Komisi Eropa, kata biro pers. Sekretariat Presiden.

Selain itu, Rethno mengatakan Presiden Jokovi juga menekankan bahwa isu perubahan iklim dan lingkungan tidak dapat dipisahkan dari isu Sustainable Development Goals (SDGs). Artinya harus ada keseimbangan antara menjaga alam dan menciptakan pembangunan.

“Keseimbangan ini perlu, dan keseimbangan ini hanya akan tercapai jika kita bekerja sama,” kata Retno.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokovi juga menyoroti langkah nyata yang diambil Indonesia sebagai komitmen dalam menanggulangi perubahan iklim.

“Misalnya, pengurangan emisi sebesar 29% dan 41% dengan bantuan internasional pada tahun 2030 berjalan dengan baik sejauh ini. Pemenuhan komitmen ini difasilitasi dengan pengurangan kebakaran hutan, pengurangan emisi hutan dan penggunaan lahan, deforestasi pada level terendah dan restorasi mangrove mencapai 600 ribu hektar, ”kata Retno.

Indonesia, kata Retno, tidak ingin terjebak dalam retorika, tetapi lebih memilih bekerja pada pengurangan emisi, sebagaimana diatur dalam Perjanjian Paris.

Retno juga menyampaikan pandangan Presiden, yang menjadi perhatian Uni Eropa, bahwa faktor teknologi dan investasi yang tersedia sangat penting bagi semua negara dalam transisi menuju transisi energi. Faktor kooperatif akan menjadi kunci keberhasilan transisi energi.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Joko Widodo juga didampingi oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsoudi dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.

Artikel sebelumyaBamso: Wacana kebangkitan duta kelompok membutuhkan penjabaran lebih rinci.
Artikel berikutnyaAnggota Parlemen: Ukuran keberhasilan seorang pemimpin adalah politisinya.