Beranda News DPRD Kota Bogor Dorong Vaksinasi Anak Di Bawah 12 Tahun

DPRD Kota Bogor Dorong Vaksinasi Anak Di Bawah 12 Tahun

Tapi kita menunggu Kemenkes yang jelas aspirasi ini akan tetap didorong dan dikoordinasikan.

Kota Bogor (ANTARA) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor meminta Kementerian Kesehatan mempercepat kebijakan vaksinasi COVID-19 bagi anak di bawah usia 12 tahun untuk memberikan kepastian guna memperlancar kegiatan ekonomi masyarakat.

“Kami masih di masyarakat, untuk kepentingan masyarakat. Tapi kita tunggu Kemenkes, yang jelas aspirasi ini tetap didorong dan dikoordinasikan,” kata Bogor Ahmad, anggota Komisi IV DNRD. Karang Alaydrus saat berkunjung ke Bogor, Jawa Barat, Sabtu.

Upaya yang terus dilakukan untuk mengkoordinasikan pemulihan ekonomi masyarakat tentu akan mempengaruhi harapan peningkatan kesejahteraan manusia secara bertahap selama pandemi COVID-19, kata Rifka.

Selama ini mengingat aturan masuk pusat perbelanjaan menggunakan kode QR aplikasi PeduliLindung dan tidak memperbolehkan anak-anak di bawah usia 12 tahun masuk pusat perbelanjaan karena tidak dapat divaksinasi, terjadi peningkatan rata-rata jumlah pengunjung pusat perbelanjaan, tradisional pasar dan pedagang kaki lima ( PKL) tetap positif, mencapai ambang batas 50 persen.

DPRD Bogor kemudian menyerap keinginan masyarakat untuk tingkat kegiatan ekonomi yang lebih tinggi dengan mengizinkan anak-anak di bawah usia 12 tahun untuk mengunjungi mal.

Oleh karena itu, menurut dia, Komisi IV DPRD Kota Bogor mendorong anak-anak di bawah usia 12 tahun untuk mengikuti vaksinasi COVID-19 agar bisa lolos persyaratan QR barcode aplikasi PeduliLindung, yang menandakan bahwa kekebalan anak juga rusak. didukung.

Rifki juga melaporkan, di sisi lain, sejumlah fakta di daerah ini menunjukkan bahwa tidak semua anak yang bersekolah di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) berusia 12 tahun. Sementara itu, tes pelatihan tatap muka (PTM) akan segera dilaksanakan.

“Jadi acaranya tidak hanya ke mall, tapi vaksinasi COVID-19 untuk anak di bawah 12 tahun juga penting agar bisa sekolah,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, DPRD setempat memuji sejumlah langkah yang dilakukan Pemkot Bogor untuk melakukan fase vaksinasi yang mendekati 90 persen.

Vaksinasi berkelanjutan telah membawa “kota hujan” ini ke penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 dengan memfasilitasi kegiatan ekonomi masyarakat di pusat perbelanjaan, seperti membuka bioskop dan pedagang di pasar.

“Kalau data Depkes 81,95 persen, maka survei kami di kelurahan 90 persen, jadi bisa benar-benar naik ke level 2,” ujarnya lagi.

Sebelumnya, Kepala Bidang Komunikasi Pemasaran Bogor Trade Mall (BTM) Chintan Silalahi, dalam pertemuan di Kota Bogor, Rabu (22 September), menyambut baik Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bogor, Ganjar Gunawan, yang mengatakan bahwa Pemerintah Kota Bogor membahas tentang aturan mengunjungi pusat perbelanjaan sehingga masyarakat juga merasa mudah atau tidak nyaman untuk pergi ke mal dan melakukan kegiatan ekonomi.

Untuk saat ini pengunjung pusat perbelanjaan di Kota Bogor tidak boleh berusia kurang dari 12 tahun dan harus memindai barcode aplikasi PeduliLindung sebagai penanda vaksinasi, meskipun pengunjung pusat perbelanjaan di lima kota yaitu DKI Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta dan Surabaya mungkin berada di bawah 12 tahun.

Senada dengan itu, departemen komunikasi pemasaran Lippo Plaza di Bogor, Taufan, mengatakan kunjungan tersebut tidak signifikan karena peraturan yang melarang anak-anak berusia 12 tahun masuk ke mal.

Artikel sebelumyaPenandatanganan APBD KUA PPAS Jember Berarti Gangguan
Artikel berikutnyaImigrasi Singaraja Bali Deportasi Warga Negara Kanada Karena Keterlambatan 100 Hari