Beranda Hukum Dua Tersangka Suap Pemkab Indramay Segera Diadili

Dua Tersangka Suap Pemkab Indramay Segera Diadili

Jakarta (ANTARA) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyerahkan barang bukti dan dua tersangka ke kejaksaan dalam kasus dugaan suap Dana Bantuan Provinsi (Banpro) Jawa Barat ke Pemkab Indramai agar bisa diadili. langsung.

Kedua tersangka tersebut adalah anggota PDIA Jabar Ade Barkah Surakhman (ABS) dan mantan anggota PDIA Jabar City Aisiah Tuti Handayani (STA).

“Penyelidikan kasus tersangka ABS dan kawan-kawan dinyatakan selesai, dan hari ini tim penyidik ​​sedang melakukan Tahap II (penyajian tersangka dan barang bukti) ke JPU (kejaksaan),” kata Pj Juru Bicara PKC Ali. Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, penahanan terhadap keduanya akan dilanjutkan oleh kelompoknya masing-masing kejaksaan selama 20 hari ke depan, terhitung mulai 12 Agustus 2021 hingga 31 Agustus 2021.

“Di tempat penahanan tersangka ABS berada di Rutan KPK di Gedung Merah Putih, dan tersangka di STA di Rutan KPK di Gedung Merah Putih,” ujarnya.

Ali mengatakan, dalam waktu 14 hari kerja, tim kejaksaan langsung menyusun surat dakwaan dan menyerahkan dua kasus ke Pengadilan Tipikor. Gugatan tersebut diangkat di Pengadilan Tipikor Pengadilan Negeri Bandung.

PKC mengumumkan Ade Barkah dan City Icey sebagai tersangka pada 15 April 2021. Ade Barkah diduga menerima suap sebesar Rp 750 juta, dan City Ice diduga menerima Rp 1,050 miliar.

Keduanya diduga melanggar pasal 12 huruf a atau huruf b, atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi. Pemberantasan Tindak Pidana… Tindak Pidana Korupsi sehubungan dengan ayat 1 pasal 56 KUHP.

Diketahui bahwa kasus ini adalah salah satu dari banyak kasus yang diangkat setelah penangkapan PKC. Pada 15 Oktober 2019, PKC melakukan operasi bergandengan tangan di Indramaya.

Hasilnya, PKC menetapkan empat orang sebagai tersangka, yakni Bupati Indramayu Supendi periode 2014-2019, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Omarsyah, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Vempi Triyono, dan Karsu ES dari pihak swasta.

Saat ini keempat orang tersebut telah divonis Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dan memiliki kekuatan hukum yang belum ditentukan.

Kasus ini kemudian berkembang lebih lanjut, dan pada Agustus 2020, PKC menetapkan tersangka lain, yaitu Abdul Rozak Muslim, anggota DNVR dari Jawa Barat. Ia divonis 4 tahun penjara dan denda Rp250 juta hingga 6 bulan penjara.

Dalam pembangunannya, BPK menyatakan bahwa Karsa diduga menyumbangkan uang kepada Ada Barkah senilai total Rp 750 juta. Karsa juga diduga mentransfer uang tunai secara langsung kepada Abdul Rozak atau melalui perantara senilai sekitar Rp 9,2 miliar.

Dari uang yang diterima Abdul Rozak, diduga ditransfer ke anggota DPRD Jabar lainnya, termasuk Kota Iisi, dengan total Rp 1,050 miliar.

Artikel sebelumyaKetua DPD RI Ingat Perlunya Jaga Kesehatan Jiwa Selama Pandemi
Artikel berikutnyaBapemperda DPRD Jabar memaparkan kata-kata Raperda tentang desa wisata