Beranda Hukum Dugaan kebakaran pabrik berhasil dicegah oleh mafia pelabuhan kemarin

Dugaan kebakaran pabrik berhasil dicegah oleh mafia pelabuhan kemarin

Jakarta (ANTARA) – Kabar hukum yang terjadi pada Jumat (19/11) masih menarik untuk disimak, dimulai dari Serikat Pekerja Pertham Seluruh Indonesia (SPPSI) Jakarta terkait dugaan kebakaran kilang minyak hingga ke kejaksaan untuk kerja sama. dalam mencegah mafia pelabuhan.

Berikut liputan berita selengkapnya.

1. SPDIS Jakarta: laporan kebakaran kilang minyak di Chilacapa yang mengakibatkan pekerja

Serikat Pekerja Pertamina Seluruh Indonesia (SPPSI) di Jakarta mengatakan dugaan kebakaran yang disengaja di tangki Pertamina di kilang Pertamina RU IV di Chilakapa, Jawa Tengah, telah melukai hati para pekerja beberapa hari lalu.

Lebih detail di sini:

2. Hakim memvonis terdakwa Eddie Hermanto dan Syarifuddin 12 tahun penjara.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Palembang, Sumatera Selatan, memvonis terdakwa Eddie Hermanto dan Syarifuddin M.F. hingga 12 tahun penjara dalam kasus korupsi sehubungan dengan hibah untuk pembangunan Masjid Agung Sriwijaya.

Lebih detail di sini:

3. PKC mengkonfirmasi dua saksi mengenai pemberian “royalti” dalam kasus Bupati Bintan.

PKC telah menguatkan dua saksi terkait dugaan pemberian “royalti” dalam kasus penangkapan bupati nonaktif Bintan Apri Sujadi (AS).

Lebih detail di sini:

4. PKC memasang papan pengumuman di tiga fasilitas pemerintah di Sorong.

PKC bekerja sama dengan pemerintah Kota Sorong di Papua Barat membuat papan pengumuman untuk mengembalikan tiga gedung dan tanah negara yang dikuasai pihak lain.

Lebih detail di sini:

5. Kejaksaan Agung mendorong kerja sama pencegahan mafia pelabuhan.

Kejaksaan Agung menggelar pertemuan untuk mendorong kerja sama dengan perwakilan beberapa instansi terkait dalam rangka pencegahan mafia pelabuhan.

Lebih detail di sini:

Artikel sebelumyaMaaruf Amin melakukan perjalanan ke Sulawesi Utara kemarin sebelum KSP bertemu dengan para pengunjuk rasa.
Artikel berikutnyaPetugas Polres Kalbar mengawal kedatangan vaksin