Beranda News Fakhri Hamzah: Kandidat 2024 Harus Punya Ide, Bukan Hanya Angka

Fakhri Hamzah: Kandidat 2024 Harus Punya Ide, Bukan Hanya Angka

Jakarta (ANTARA) – Wakil Ketua Umum Partai Indonesia Gelora Fakhri Hamza mengatakan calon presiden (capres) tahun 2024 harus memiliki gagasan atau visi tentang Indonesia ke depan, sehingga calon presiden tidak hanya dari segi jumlah.

Menurutnya, pihaknya akan mendukung calon presiden yang memiliki ide atau gagasan tentang prospek Indonesia pada Pilpres 2024, dan tidak akan mendukung calon presiden dari segi jumlah atau angka saja.

“Oleh karena itu, kami meminta semua kandidat untuk berbicara tentang ide, bukan hanya angka. Tapi apa ide yang ingin mereka lakukan untuk Indonesia,” kata Fakhri dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Ia mengatakan pertarungan Pilpres 2024 masih cukup panjang, setelah sekitar tiga tahun, sehingga masih terlalu dini bagi Partai Gelora untuk berbicara tentang dinamika pasar calon presiden.

Menurutnya, partai Gelora saat ini fokus memenuhi syarat sebagai peserta pemilihan umum 2024, dan tujuannya untuk mengatasi ambang batas parlemen sebesar 4 persen.

“Prinsipnya yang didukung partai Gelora harus punya ide cemerlang,” ujarnya.

Selain itu, Fakhri berharap kader partainya bekerja keras untuk merekrut anggota dan mencapai angka 1 juta pada Oktober 2021. Menurutnya, saat ini jumlah personel partai Gelora lebih dari 200.000 orang.

“Mengingat saat ini jumlah karyawan mencapai 200.000 orang, saya berharap pada Oktober jumlah personel yang ditarik bisa mencapai 1 juta. Mudah-mudahan Oktober kita bisa mencapai 1 juta personel terlatih,” ujarnya.

Wakil Ketua DPR periode 2014-2019 itu mengatakan, konsolidasi partainya dimulai dari tingkat pusat hingga struktur kepengurusan paling bawah.

Fakhri menjelaskan, saat ini sudah terbentuk 100 persen kepengurusan DPW (provinsi), DPD (kabupaten/kota), dan formasi kepengurusan DPC (kecamatan).

“Pada Juni 2021, 80 persen DPC terbentuk di sekitar 8000 kabupaten di 514 kabupaten dan 34 provinsi di Indonesia. Setelah DPC terbentuk, pengurus akan merekrut staf baru di 74.957 desa,” ujarnya.

Ia mengatakan nantinya kader yang sudah berjejaring akan mendapatkan edukasi politik melalui media sosial karena saat ini masih dalam keadaan pandemi COVID-19.

Artikel sebelumyaF-PKS meminta pemerintah segera mengajukan draf UU ITE versi baru.
Artikel berikutnyaIni 11 karyawan yang terbentuk "Produce 101 Jepang Musim 2" diungkapkan